Dari MBG hingga NTT Mart, Wagub Johni Asadoma Tekankan Optimalisasi Program dan Pemberdayaan UMKM

oleh -116 Dilihat
Wagub NTT Tinjau SPPG dan NTT Mart di Kabupaten Belu pada Rabu, 20 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Belu dengan meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Atambua Barat serta operasional NTT Mart Atambua, pada Rabu (20/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wagub menekankan pentingnya optimalisasi program pemerintah sekaligus penguatan pemberdayaan UMKM.

Kunjungan pertama dilakukan di SPPG Atambua Barat Bairafu yang berlokasi di Jalan Ade Irma, Kelurahan Beirafu. Program MBG di lokasi ini telah berjalan sejak 17 Februari 2025 dan melayani sebanyak 3.411 penerima manfaat dengan melibatkan 51 tenaga kerja.

Dalam peninjauan tersebut, Wagub Johni melihat langsung proses operasional dapur, mulai dari pembersihan bahan makanan hingga proses memasak. Ia mengapresiasi kondisi dapur yang dinilai sangat bersih dan telah memenuhi standar operasional.

“Saya mengapresiasi karena SPPG ini sangat bersih, sesuai standar dan tidak ada kasus. Saya minta kondisi ini terus dipertahankan dengan bekerja sesuai SOP,” ujarnya.

Selain itu, Wagub juga menyoroti dampak positif program MBG terhadap perekonomian masyarakat. Menurutnya, program ini memberikan efek berantai bagi petani, peternak, serta pelaku usaha lokal karena bahan baku yang digunakan sebagian besar berasal dari produksi lokal.

Namun demikian, ia juga mencatat sejumlah kendala yang dihadapi pengelola, di antaranya kelangkaan gas LPG ukuran 50 kilogram serta persoalan pengelolaan sampah. Untuk itu, Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah guna mencari solusi bersama.

“Pemerintah daerah akan turut menjadi pengawas agar program ini berjalan sesuai ketentuan, termasuk mencari solusi atas kendala yang dihadapi di lapangan,” tegasnya.

Usai meninjau SPPG, Wagub melanjutkan kunjungan ke NTT Mart Atambua. Fasilitas tersebut merupakan pusat promosi produk UMKM dan kerajinan lokal milik Pemerintah Provinsi NTT.

BACA JUGA:  Ahmad Talib Rampungkan Reses Tahap II, Warga Kuanino Apresiasi Bantuan Lampu Penerangan

Dalam kunjungannya, Wagub mendapat laporan bahwa jumlah pengunjung NTT Mart masih tergolong rendah. Menanggapi hal itu, ia meminta agar pengelolaan NTT Mart terus ditingkatkan agar lebih menarik minat masyarakat.

“Harus ada sesuatu yang membuat orang tertarik datang ke sini. Operasional perlu ditingkatkan, produk yang dijual juga harus lebih lengkap dan dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Wagub juga mendorong agar promosi dan publikasi NTT Mart diperkuat, serta menghadirkan inovasi dalam penataan dan penyediaan produk. Ia bahkan mengarahkan agar dibuat tenda di bagian depan untuk mendukung aktivitas penjualan dan promosi.

Menurutnya, NTT Mart tidak hanya berfungsi sebagai tempat penjualan kain tenun, tetapi harus berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi UMKM yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bangunan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal harus dioptimalkan supaya UMKM bisa berkembang dan masyarakat juga merasakan manfaat ekonomi,” tambahnya.

Kunjungan kerja ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT dalam memastikan berbagai program strategis berjalan optimal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pemberdayaan masyarakat dan pelaku UMKM. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.