Di Balik Meja dan Timbangan Baru, Ada Misi Besar dari Filmon Loasana Lawan Stunting di Kota Kupang

oleh -83 Dilihat
Anggota DPRD NTT, Filmon Loasana Pose Bersama Kader Posyandu Mawar Kelurahan Kolhua Kota Kupang. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Upaya melawan stunting di Kota Kupang tidak selalu dimulai dari program besar berskala nasional. Di Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, langkah sederhana justru menjadi titik awal perubahan dimulai dari meja, kursi, hingga timbangan yang kini kembali layak digunakan di Posyandu Mawar.

Ketua DPD PSI Kota Kupang yang juga Anggota DPRD Provinsi NTT, Filmon Loasana, hadir langsung menyerahkan bantuan sarana dan gizi kepada Posyandu Mawar. Bantuan tersebut meliputi meja, kursi, susu, telur, alat tensi darah, serta timbangan guna menunjang pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Bagi Filmon, bantuan ini bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan bagian dari komitmen nyata untuk memperkuat lini terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Posyandu adalah garda terdepan kesehatan ibu dan anak. Kalau kita ingin serius menurunkan angka stunting, maka posyandu harus diperkuat, baik dari sisi sarana maupun dukungan terhadap kadernya,” tegasnya.

Ia menjelaskan, keberadaan alat seperti tensimeter dan timbangan yang akurat sangat penting dalam memantau tumbuh kembang balita. Sementara itu, bantuan susu dan telur diharapkan dapat menjadi tambahan gizi bagi anak-anak.

Namun lebih dari itu, Filmon menilai kekuatan utama posyandu justru terletak pada dedikasi para kader yang selama ini bekerja secara sukarela.

“Yang paling penting itu semangat kader. Mereka ini ujung tombak yang melayani masyarakat tanpa pamrih. Kita wajib mendukung mereka,” ujarnya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Posyandu Mawar, Mince Bistolen, didampingi kader posyandu, Yanti Tlonael. Mereka mengaku bantuan ini sangat dibutuhkan, mengingat beberapa fasilitas sebelumnya sudah tidak layak digunakan.

“Kami sangat bersyukur. Meja dan kursi sudah lama rusak, timbangan juga tidak akurat. Dengan bantuan ini, pelayanan kami kepada ibu hamil dan balita pasti lebih baik,” ungkap Mince.

BACA JUGA:  DPRD NTT Minta PUPR Perketat Pengawasan Proyek di Akhir Tahun

Hal senada disampaikan Yanti. Ia berharap, dengan fasilitas yang lebih memadai, masyarakat khususnya para ibu akan semakin aktif membawa anak mereka ke posyandu.

“Kalau alatnya lengkap dan nyaman, ibu-ibu pasti lebih semangat datang timbang anak,” katanya.

Langkah kecil di Posyandu Mawar ini menjadi gambaran bahwa penanganan stunting membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga wakil rakyat dan masyarakat secara langsung.

Filmon pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong program kesehatan berbasis masyarakat serta memastikan anggaran daerah berpihak pada penguatan posyandu dan penanganan stunting di Nusa Tenggara Timur.

Di balik meja dan timbangan baru itu, tersimpan harapan besar lahirnya generasi Kupang yang lebih sehat, kuat, dan bebas dari stunting. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.