Suarantt.id, Kupang-Di tengah kesibukannya memusatkan perhatian pada penanganan warga terdampak gempa bumi Flores, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena kembali mendapat apresiasi atas komitmennya dalam mendorong pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Gubernur Melki Laka Lena meraih penghargaan kategori “Penggerak Pengentasan Kemiskinan dan Ekonomi Daerah” dalam ajang 9.9 Awarding yang digelar dalam rangka HUT ke-4 Ketik.com di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama, Surabaya pada Rabu (9/9/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kepemimpinan Gubernur Melki dalam mendorong pembangunan NTT yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menekan angka kemiskinan.
Karena tengah menangani dampak gempa bumi di Flores, Gubernur Melki tidak dapat hadir secara langsung. Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Badan Penghubung Provinsi NTT yang hadir mewakili Gubernur.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Founder dan CEO Ketik.com, Kiagus Firdaus.
Gubernur Melki menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari kerja kolaboratif Pemerintah Provinsi NTT bersama berbagai pihak dalam mendorong pembangunan dan pengentasan kemiskinan di daerah.
“Tentunya penghargaan yang diterima hari ini untuk kategori Penggerak Pengentasan Kemiskinan dan Ekonomi Daerah dalam ajang 9.9 Awarding yang digelar dalam rangka perayaan HUT ke-4 Ketik.com adalah buah dari kerja-kerja kolaboratif Pemprov NTT bersama seluruh pihak terkait,” ujar Melki.
Ia menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut dan berharap apresiasi itu menjadi motivasi bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.
“Dan saya kira sudah saatnya kita bergerak bersama untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan sejumlah persoalan lainnya di daerah ini,” tegasnya.
Menurut Melki, pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya dilakukan melalui pemberian bantuan. Pemerintah harus menciptakan ruang agar masyarakat mampu menjadi lebih produktif, mandiri, serta memiliki akses terhadap berbagai peluang ekonomi.
Karena itu, Pemprov NTT terus mendorong pengembangan berbagai sektor yang dinilai memiliki potensi besar dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.
Sektor pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan, UMKM, pariwisata, ekonomi kreatif hingga investasi terus didorong agar dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Pokoknya semua sektor terkait terus kita dorong untuk bergerak maju. Semua potensi dan sumber daya yang kita miliki harus terus digerakkan semaksimal mungkin untuk mendorong pembangunan di NTT ini,” kata Melki.
Ia menegaskan, upaya pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama dan berkelanjutan. Pemerintah provinsi akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah pusat, dunia usaha, akademisi, lembaga masyarakat hingga diaspora NTT.
Selain program pemberdayaan ekonomi, validitas data kemiskinan juga menjadi perhatian penting agar berbagai kebijakan dan intervensi pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.
Penghargaan 9.9 Awarding dengan semangat “Melesat Hebat” tersebut menjadi pengakuan terhadap arah pembangunan yang sedang ditempuh Pemprov NTT, khususnya dalam menempatkan masyarakat sebagai pusat dari kebijakan pembangunan.
Bagi Pemprov NTT, penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperkuat program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Upaya menekan angka kemiskinan, membuka kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat serta memperkuat ekonomi daerah akan terus menjadi bagian penting dari agenda pembangunan NTT.
Di tengah penanganan bencana gempa Flores yang masih berlangsung, penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa agenda pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tetap harus berjalan beriringan.
Pembangunan NTT, sebagaimana komitmen Gubernur Melki, tidak sekadar mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi memastikan semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk tumbuh, berdaya, mandiri dan sejahtera. ***







