Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan tidak boleh ada masyarakat terdampak Gempa Flores yang terlewat dalam proses pendataan dan penanganan.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Melki saat memimpin Rapat Konsolidasi Penanganan Dampak Gempa Flores di Kabupaten Sikka, yang berlangsung di Pos Komando Tanggap Darurat Gempa Flores, BPBD Kabupaten Sikka, Maumere, Selasa (8/9/2026).
Rapat tersebut dihadiri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Sikka, jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka, perwakilan BNPB, Forkopimda, DPRD Kabupaten Sikka, serta pimpinan dan perwakilan instansi terkait.
Dalam arahannya, Gubernur Melki menekankan pentingnya penyamaan dan sinkronisasi data seluruh masyarakat yang terdampak bencana. Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar utama agar penanganan pemerintah dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Data kita perlu samakan dulu. Kita semua yang terlibat harus menyamakan data. Jangan sampai ada yang belum sempat masuk. Data harus sama, harus sinkron, dan tidak boleh ada masyarakat terdampak yang terlupakan,” tegas Melki.
Ia mengatakan, secara umum seluruh wilayah terdampak di Kabupaten Sikka telah dapat dijangkau. Namun, proses pendataan dan penanganan masih terus dilakukan karena terdapat sejumlah keterbatasan di lapangan.
Gubernur meminta kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas sebelum pemerintah memasuki tahapan pemulihan, rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Kita prioritaskan kebutuhan dasar. Lalu kita persiapkan kehidupan masyarakat selanjutnya,” ujarnya.
13 Ribu Gempa Susulan
Dalam rapat tersebut, BMKG melaporkan hingga Selasa pukul 05.00 WITA telah terjadi sekitar 13 ribu gempa susulan di wilayah terdampak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 177 gempa dirasakan oleh masyarakat.
Meski aktivitas gempa masih berlangsung secara fluktuatif, BMKG menyebut terdapat tren penurunan. Aktivitas gempa susulan diperkirakan masih dapat terjadi dalam tiga hingga empat minggu ke depan.
BMKG juga mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian terhadap kondisi para penyintas, terlebih September dan Oktober merupakan periode menuju puncak musim kemarau.
925 KK Masih Mengungsi
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi atas kehadiran Gubernur NTT dan dukungan Pemerintah Provinsi NTT dalam penanganan dampak Gempa Flores di Kabupaten Sikka.
Ia juga mengapresiasi dukungan terhadap masyarakat terdampak di Pulau Palue, termasuk koordinasi untuk mendukung akses transportasi laut.
Berdasarkan laporan Satuan Tugas Penanganan Bencana, jumlah pengungsi di Kabupaten Sikka terus menurun dan saat ini tercatat sebanyak 925 kepala keluarga. Pengungsi tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Palue, Kangae dan Nita.
Sementara itu, enam orang dilaporkan meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka akibat gempa.
Pendataan rumah terdampak juga masih berlangsung. Sebanyak 3.042 rumah telah didata, sementara 1.252 data masih dalam proses input dan sekitar 2.808 rumah masih dalam tahap pendataan.
Tim verifikasi yang telah mendapat pembekalan dari BNPB terus bekerja memastikan data kerusakan dan masyarakat terdampak dapat diverifikasi secara akurat.
Tahap verifikasi berikutnya ditargetkan selesai pada minggu depan. Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah juga mulai mempersiapkan pembangunan hunian sementara.
Menuju Masa Transisi Pemulihan
Pemerintah Kabupaten Sikka saat ini menyusun Dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang ditargetkan rampung pada minggu ini.
Dokumen tersebut akan menjadi pedoman pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi di Kabupaten Sikka.
Penanganan dilakukan secara paralel di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, pertanian, perumahan, air bersih, bantuan sosial hingga pemulihan ekonomi masyarakat.
Di sektor pendidikan, pemerintah mempersiapkan pembangunan ruang kelas darurat agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di tengah kondisi pascabencana.
BNPB menegaskan bahwa masa tanggap darurat bukan hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga menjadi tahap persiapan masyarakat menuju masa transisi dan kehidupan yang lebih normal.
Pemprov NTT Siapkan Dukungan
Gubernur Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT terus mendorong percepatan penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.
Untuk mendukung kegiatan pendidikan di wilayah terdampak Gempa Flores, Pemprov NTT telah meminta bantuan sebanyak 10 ribu tenda kepada pemerintah pusat. Tenda tersebut akan digunakan untuk mendukung proses belajar mengajar di sekolah yang bangunannya belum dapat digunakan secara optimal.
Sementara itu, akses transportasi laut menuju Pulau Palue kembali terlayani melalui Kapal Feri Ine Rie pada rute Maumere–Palue.
Pengoperasian kembali kapal tersebut merupakan hasil koordinasi Pemerintah Provinsi NTT, Pemerintah Kabupaten Sikka dan pihak terkait. Kehadiran kapal diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik ke Pulau Palue.
Selain pemenuhan kebutuhan dasar dan pembangunan infrastruktur, Gubernur juga mendorong pemulihan ekonomi masyarakat terdampak, termasuk melalui relaksasi pinjaman bagi masyarakat yang terkena dampak bencana.
Gubernur Minta Semua Pihak Kompak
Dalam rapat tersebut, unsur Kejaksaan menyampaikan pentingnya memastikan penggunaan anggaran pada masa tanggap darurat maupun masa transisi berjalan sesuai ketentuan.
Kejaksaan menyatakan siap memberikan pendampingan hukum agar proses penanganan bencana dapat berjalan cepat dan tetap sesuai aturan.
Gubernur Melki menyambut baik pendampingan tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah harus bekerja cepat sekaligus memastikan seluruh proses dapat dipertanggungjawabkan.
“Ini penting. Kita harus kerja dengan baik, tetapi kita juga harus memastikan tidak ada masalah dalam prosesnya,” kata Melki.
PLN juga melaporkan kondisi kelistrikan di Kabupaten Sikka secara umum telah kembali normal. PLN meminta dilibatkan sejak awal dalam perencanaan pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap agar kebutuhan jaringan listrik dapat dipersiapkan.
DPRD Kabupaten Sikka turut menyampaikan sejumlah perhatian, terutama kebutuhan tenda bagi sekolah terdampak, penanganan jalan yang mengalami longsor, serta pemulihan ekonomi masyarakat agar dilakukan secara tepat sasaran.
Menutup rapat, Gubernur Melki kembali menekankan pentingnya solidaritas dan kekompakan seluruh pihak dalam menangani dampak Gempa Flores.
“Yang paling penting, solidaritas harus bagus. Kita harus kompak untuk kemanusiaan,” tegasnya.
Ia kembali mengingatkan agar seluruh masyarakat terdampak masuk dalam pendataan dan mendapatkan penanganan sesuai kebutuhannya.
“Semua harus didata dan ditangani. Jangan sampai ada yang terlewatkan,” tandas Gubernur Melki. ***





