Dikepung Fitnah, Jokowi Tetap Bekerja: PSI NTT Sebut Ada Pembunuhan Karakter Terstruktur

oleh -88 Dilihat
Safari Politik Jokowi ke Provinsi se-Indonesia. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Sekretaris DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Junaidin Mahasan, mempertanyakan maraknya serangan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai semakin intens dan terorganisir. Ia menyebut, fenomena tersebut bukan sekadar kritik, melainkan bagian dari upaya pembunuhan karakter yang sistematis di ruang publik, khususnya di ranah digital.

Menurut Junaidin, di bawah langit Nusantara saat ini sedang berlangsung “perang tanpa peluru”, yakni perang persepsi yang bertujuan menggiring opini publik melalui berbagai narasi negatif. Ia menilai, Presiden Jokowi yang dikenal bekerja dalam senyap justru menjadi sasaran kebisingan informasi yang sarat fitnah.

“Dari isu asal-usul yang direkayasa, hoaks ekonomi, hingga tuduhan ijazah palsu yang disusun rapi di ruang-ruang gelap digital, ini bukan sesuatu yang muncul secara alami. Ada pola yang terstruktur dan masif,” ujarnya kepada media pada Minggu, 14 Juni 2026.

Ia menilai, pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kemajuan pembangunan memilih jalan pintas dengan merusak reputasi pemimpin, bukan mengkritisi kebijakan secara konstruktif.

Menurutnya, cara paling mudah untuk meruntuhkan kepercayaan publik adalah dengan menyerang nama baik sosok yang memimpin pembangunan tersebut.

“Tujuannya jelas, menciptakan keraguan di tengah masyarakat. Ini adalah upaya menggiring opini agar rakyat kehilangan kepercayaan terhadap capaian yang sudah ada,” tegasnya Ketua Fraksi PSI NTT ini.

Junaidin juga menyinggung berbagai capaian pembangunan di era Jokowi yang menurutnya tidak bisa dipungkiri, seperti pembangunan infrastruktur jalan tol, bendungan, hingga konektivitas antarwilayah. Ia menilai, berbagai tuduhan yang dilontarkan seolah ingin menghapus ingatan publik terhadap hasil nyata tersebut.

“Seolah-olah semua yang telah dibangun itu tidak ada artinya. Ini upaya menciptakan semacam amnesia kolektif, agar rasa syukur berubah menjadi rasa benci,” tambahnya.

BACA JUGA:  Pemerintah dan Gereja Harus Bersinergi Bangun Karakter dan Pendidikan Keluarga di NTT

Meski demikian, ia optimistis bahwa kebenaran akan tetap menemukan jalannya. Menurutnya, realitas kerja nyata akan selalu berdiri kokoh dan menjadi jawaban atas berbagai tudingan yang tidak berdasar.

“Setiap jembatan yang menghubungkan pulau, setiap pembangunan yang dirasakan masyarakat, itu adalah jawaban nyata yang tidak bisa dibantah oleh narasi apa pun,” kata Sekertaris Komisi II DPRD NTT ini.

Junaidin menegaskan, seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa sering ia membela diri, tetapi dari seberapa besar kontribusinya bagi rakyat. Ia pun mengajak masyarakat untuk tetap objektif dalam melihat informasi yang beredar dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks.

Dia juga menyampaikan sambutan hangat atas rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Nusa Tenggara Timur. Ia menegaskan bahwa masyarakat NTT menghargai dan menghormati berbagai legacy pembangunan yang telah ditorehkan.

“Selamat datang Bapak Jokowi di Provinsi NTT. Kami adalah daerah yang menghargai karya dan pengabdian. Kehadiran beliau selalu kami nantikan,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.