Dorong Birokrasi Bersih dan Melayani, Wali Kota Kupang Apresiasi Langkah BBPOM Kupang

oleh -407 Dilihat
Wali Kota Kupang Hadiri Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di BBPOM Kupang pada Kamis, 12 Maret 2026. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menegaskan pentingnya integritas dan konsistensi dalam pelayanan publik saat menghadiri pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di BBPOM Kupang, Kamis (12/3/26).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada jajaran BBPOM Kupang yang selama ini aktif menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, khususnya dalam pengawasan obat dan makanan di Kota Kupang dan wilayah Nusa Tenggara Timur.

“Kami atas nama Pemerintah Kota Kupang menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kerja-kerja BBPOM yang selama ini sangat komunikatif, responsif, dan selalu berkolaborasi dengan pemerintah daerah,” ujar Christian Widodo.

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Provinsi NTT, Ruth Diana Laiskodat, perwakilan Kejaksaan Tinggi NTT, Ombudsman, KPPN Kupang, kalangan akademisi, pimpinan Pedagang Besar Farmasi (PBF), serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Menurut Christian Widodo, pencanangan Zona Integritas menuju WBBM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen moral kepada masyarakat untuk menghadirkan pelayanan yang profesional, transparan, dan berintegritas.

“Bagi saya, ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah jaminan kepercayaan kepada publik bahwa BBPOM akan melayani dengan profesional, transparan, dan penuh integritas,” tegasnya.

Dia juga mengutip pemikiran sastrawan Inggris, C. S. Lewis, mengenai makna integritas. Menurutnya, integritas adalah melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi.

“Integrity is doing the right thing even when no one is watching. Ini yang selalu saya sampaikan kepada ASN di Kota Kupang,” katanya.

Wali Kota menjelaskan bahwa dengan jumlah aparatur sipil negara di Kota Kupang yang mencapai hampir 9.000 orang, tidak mungkin seorang kepala daerah mengawasi seluruh pegawai setiap saat. Karena itu, kesadaran pribadi setiap aparatur untuk menjunjung tinggi integritas menjadi hal yang sangat penting.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Anggarkan Rp550 Juta Perbaiki Kolam Renang Airnona, Ditargetkan Jadi Destinasi Wisata Baru

Selain itu, ia menegaskan bahwa semangat pembangunan Zona Integritas sejalan dengan visi Pemerintah Kota Kupang yang menempatkan pemerintah sebagai pelayan masyarakat.

“Pemerintah lima tahun ke depan bukan lagi berperan sebagai orang yang memerintah, tetapi sebagai orang yang melayani. To govern is to serve. Pemerintah adalah melayani,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Christian Widodo juga menitipkan perhatian kepada BBPOM Kupang terkait pengawasan peredaran obat keras dan produk tradisional yang masih dijual bebas di kios atau warung tanpa izin. Sebagai seorang dokter, ia menilai pengawasan terhadap peredaran obat, khususnya antibiotik dan produk kesehatan lainnya, sangat penting untuk melindungi masyarakat.

Selain menekankan pentingnya komitmen, ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi sangat ditentukan oleh konsistensi dalam menjalankan komitmen tersebut.

“Komitmen itu penting di awal, tetapi konsistensi adalah segalanya. Tanpa komitmen kita tidak bisa memulai pekerjaan, tetapi tanpa konsistensi kita tidak akan pernah bisa menyelesaikannya,” pesannya.

Sementara itu, Kepala BBPOM Kupang, Sem Lapik, menegaskan bahwa pencanangan Zona Integritas menuju WBBM merupakan ikrar bersama seluruh jajaran untuk meningkatkan standar pelayanan publik.

Menurutnya, setelah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada tahun 2024, kini BBPOM Kupang berupaya melangkah lebih jauh menuju predikat WBBM dengan memperkuat integritas organisasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“WBBM bukan hanya tentang piagam yang digantung di dinding kantor, tetapi tentang senyum kepuasan masyarakat saat menerima layanan yang cepat, mudah, dan solutif,” ujar Sem Lapik.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan zona integritas tidak dapat dicapai oleh lembaga secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Perumda Air Minum Kota Kupang Perkuat Integritas Pegawai Lewat Penandatanganan Pakta Integritas

Melalui pencanangan ini, BBPOM Kupang berkomitmen untuk terus memperkuat transparansi pelayanan, meningkatkan kualitas pengawasan obat dan makanan, serta membangun budaya kerja yang berintegritas demi melindungi kesehatan masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.