Dorong Habitat Komodo di Golo Mori, BPDAS Benain Noelmina Dukung Destinasi Wisata Alternatif

oleh -90 Dilihat
Wakil Menteri Kehutanan RI Rohmat Marzuki Kunker ke Kabupaten Manggarai Barat beberapa waktu lalu. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames atau akrab disapa dengan sebutan Dolfus Tuames, mengungkapkan upaya pengembangan habitat komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) terus didorong sebagai langkah strategis menciptakan destinasi wisata alternatif yang berkelanjutan.

Hal ini disampaikan Dolfus usai mendampingi Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, ke kawasan ITDC Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, beberapa waktu lalu. Kawasan yang berada di ujung barat Pulau Flores dan berhadapan langsung dengan Pulau Rinca itu dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan habitat komodo di luar kawasan hutan konservasi.

“Di Golo Mori sudah terdapat komodo yang hidup di luar kawasan hutan. Ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai habitat alternatif sekaligus destinasi wisata baru,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan Golo Mori sebagai habitat komodo diharapkan dapat mengurangi tekanan kunjungan wisatawan yang terus meningkat di Taman Nasional Komodo. Selain itu, langkah ini juga bertujuan menciptakan pemerataan destinasi wisata di Manggarai Barat agar lebih berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan konkret, BPDAS Benain Noelmina akan berkontribusi melalui kegiatan rehabilitasi lahan dengan penanaman pohon di kawasan tersebut. Penanaman ini bertujuan menghadirkan ekosistem yang mampu menarik satwa lain sebagai bagian dari rantai makanan komodo.

“Penanaman pohon ini penting untuk mendukung keseimbangan ekosistem. Kehadiran satwa lain akan menjadi bagian dari rantai makanan komodo, sehingga habitatnya bisa terbentuk secara alami,” jelasnya.

Ke depan, kawasan Golo Mori diharapkan tidak hanya menawarkan panorama alam yang indah, tetapi juga memberikan pengalaman unik bagi wisatawan untuk melihat komodo tanpa harus masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo.

“Harapannya, wisatawan bisa menikmati keindahan Golo Mori sekaligus melihat komodo secara langsung. Ini akan menjadi daya tarik baru yang memperkaya pilihan destinasi wisata di NTT,” tambah Dolfus.

BACA JUGA:  Perayaan 103 Tahun Kota Kefamenanu Dimeriahkan Busana Adat dan Atraksi Terjun Payung, Inspektur Daerah NTT Hadir Wakili Gubernur

Pengembangan ini juga sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara konservasi alam dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.