Dorong UMKM Naik Kelas, BI NTT Gelar Capacity Building IKRA 2026 untuk Modest Fashion dan Halal Food

oleh -1211 Dilihat
Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Rio Khasananda Pose Bersama Para Pelaku UMKM Binaan BI NTT. (Foto Humas Perwakilan BI NTT)

Suarantt.id, Kupang-Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (KPw BI NTT) terus memperkuat komitmennya dalam mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di daerah melalui penyelenggaraan Capacity Building Industri Kreatif Syariah (IKRA) 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Local Roots, Global Reach: Strategi Mendorong Produk Unggulan UMKM NTT yang Halal, Sehat, dan Berkelanjutan” ini berlangsung pada 19-20 Februari 2026 di Kota Kupang dan diikuti oleh 36 pelaku UMKM dari kategori modest fashion dan halal food di Provinsi NTT.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Rio Khasananda menyampaikan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian nasional dengan kontribusi lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Di tingkat daerah, UMKM juga berperan penting dalam menopang pertumbuhan ekonomi, sehingga peningkatan kualitas produk, kapasitas produksi, serta akses pasar menjadi kunci dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di NTT.

Menurutnya, identitas lokal bukanlah menjadi batasan, melainkan fondasi yang dapat mendorong produk UMKM untuk menembus pasar global. Dengan inovasi, standarisasi halal, serta pemanfaatan strategi digital yang tepat, produk UMKM NTT dinilai memiliki potensi untuk bersaing di pasar internasional.

Dalam kegiatan Capacity Building IKRA 2026 ini, BI Provinsi NTT menghadirkan sejumlah narasumber yang merupakan Dewan IKRA, di antaranya Ali Charisma untuk kategori modest fashion dan Bara Pattiradjawane untuk kategori halal food. Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan digital marketing, manajemen keuangan dan akses pembiayaan syariah, serta sosialisasi pencatatan laporan keuangan melalui aplikasi PeKA dan pemanfaatan QRIS.

Melalui kegiatan ini, BI Provinsi NTT berharap para pelaku UMKM dapat memperkuat kapasitas usaha, membangun identitas produk berbasis nilai lokal dengan standar global, serta meningkatkan kontribusi sektor UMKM terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Fraksi PSI DPRD NTT Gelar Safari Politik ke DPD PSI se-Daratan Flores

Ke depan, BI Provinsi NTT juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, sektor perbankan, serta mitra strategis lainnya dalam mendukung pengembangan UMKM yang kompetitif dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.