Suarantt.id, Kupang-Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendorong pengembangan pertanian perkotaan (urban farming), Dinas Pertanian Kota Kupang terus berinovasi dan bergerak aktif mendukung para kelompok tani (KT) di wilayahnya. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui kegiatan Sosialisasi Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) Bidang PSP, yang dilaksanakan dengan sumber kegiatan dari APBD II serta kegiatan Alsintan perbantuan APBN.
Acara sosialisasi yang digelar di Puskeswan Kayu Putih ini menjadi momentum penting bagi para petani untuk lebih mengenal pemanfaatan teknologi pertanian modern. Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. Da Costa atau yang akrab disapa Herry Da Costa secara simbolis menyerahkan bantuan alsintan kepada sejumlah kelompok tani di beberapa kelurahan di Kota Kupang.
Menurut Herry, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus memperluas praktik pertanian ramah lingkungan di wilayah perkotaan.
“Kami ingin para petani di Kota Kupang tidak hanya bertani dengan cara tradisional, tetapi juga beralih ke sistem pertanian modern dan efisien. Dengan bantuan alsintan ini, produktivitas bisa meningkat dan waktu kerja bisa lebih efisien,” ujar mantan Camat Maulafa ini.
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pertanian Kota Kupang menyerahkan beragam bantuan alsintan, di antaranya:
9 unit traktor roda dua, diserahkan kepada KT O’Ofnunu Naioni, KT Balmoni Babis Naioni, KT Lestari Fatukoa, KT Harapan Fatukoa, KT Alkitabuah Fatukoa, KT Oelnoah Fatukoa, KT Boalingin Oepura, dan KT Kolsa Bakunase 2.
11 unit pompa air, untuk KT Family Naioni, KT Nainaat Naioni, KT Naioni I Naioni, KT Tunas Harapan Naioni, KT Imanuel Fatukoa, KT Suka Tani Fatukoa, KT Moris Oan Oepura, KT Cahaya Tani Oepura, KT Pelangi Bakunase 2, KT Tunas Baru Liliba, dan KT Tunas Baru Kolhua.
5 unit handsprayer sebagai bantuan reguler, diberikan kepada KT Tunas Harapan Naioni, KT Teresa Naioni, KWT Nekmese Naioni, KT Tunas Baru Oepura, dan KT Sejahtera Nasipanaf Penfui.
Herry menjelaskan, distribusi alsintan ini diharapkan mampu memperkuat sistem pertanian perkotaan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi lahan terbatas. Selain itu, dukungan peralatan modern ini juga dimaksudkan untuk memotivasi generasi muda agar lebih tertarik menekuni bidang pertanian.
“Urban farming bukan hanya tentang menanam di pekarangan, tetapi bagaimana kita mengelola sumber daya secara bijak dan produktif di tengah keterbatasan lahan. Kota Kupang punya potensi besar untuk itu,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari para petani penerima bantuan. Mereka berharap, keberadaan alsintan dapat meningkatkan hasil produksi, menekan biaya operasional, dan memperluas peluang usaha tani di lingkungan perkotaan.
Dengan langkah-langkah seperti ini, Dinas Pertanian Kota Kupang terus menunjukkan keseriusannya dalam membangun pertanian yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing di tengah dinamika pembangunan kota. (Penulis/ADV)







