Suarantt.id, Kupang-Efisiensi anggaran tidak selalu berarti memangkas belanja pemerintah. Di Kota Kupang, hasil penghematan anggaran justru dikembalikan kepada masyarakat melalui dukungan pembangunan rumah ibadah.
Pemerintah Kota Kupang menyalurkan dana hibah sebesar Rp100 juta untuk mendukung penyelesaian pembangunan Gereja Stasi Yesus Maria Yoseph (YMY) Liliba, Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menghadiri ibadah di Gereja YMY Liliba pada Minggu (30/8/26).
Dana hibah diterima secara simbolis oleh RD. Yonas Kamlasi selaku pemimpin ibadah sekaligus Pastor Rekan Paroki Santo Yosef Pekerja Penfui, bersama Zakarias Saka Moruk, Ketua Dewan Pastoral Stasi (DPS) Gereja YMY Liliba sekaligus Ketua Panitia Pembangunan Gereja.
Dalam kesempatan tersebut, Christian menjelaskan bahwa dana hibah itu merupakan bagian dari hasil efisiensi anggaran yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang.
Penghematan dilakukan antara lain melalui pengendalian belanja operasional, termasuk perjalanan dinas, serta keputusan pemerintah untuk tidak melakukan pengadaan kendaraan dinas baru.
“Hasil penghematan anggaran ini kami kumpulkan dan dialokasikan kembali untuk membantu pembangunan rumah-rumah ibadah di Kota Kupang,” ujar Christian.
Menurutnya, efisiensi anggaran tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya mengurangi pengeluaran pemerintah. Lebih dari itu, setiap rupiah yang berhasil dihemat harus mampu memberikan manfaat yang lebih besar dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Efisiensi bukan hanya soal mengurangi belanja. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil penghematan itu kembali menjadi manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Christian mengatakan, pembangunan Kota Kupang tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan, gedung maupun berbagai infrastruktur fisik. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk membangun manusia yang beriman, berkarakter, peduli terhadap sesama dan mampu hidup dalam keberagaman.
Karena itu, rumah ibadah dinilai memiliki posisi penting dalam pembangunan masyarakat. Gereja, masjid, pura, vihara dan rumah ibadah lainnya bukan hanya menjadi tempat menjalankan aktivitas keagamaan, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan nilai kasih, persaudaraan, kepedulian dan toleransi.
“Pembangunan manusia sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Rumah ibadah menjadi salah satu tempat penting untuk membangun karakter masyarakat,” katanya.
Wali Kota juga mengajak umat Gereja YMY Liliba untuk mendoakan masyarakat yang terdampak gempa bumi di sejumlah wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur.
Menurutnya, semangat menjadikan Kota Kupang sebagai Kota Kasih dan rumah bersama harus diwujudkan melalui kepedulian nyata terhadap sesama, termasuk masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
Ia pun mengajak masyarakat Kota Kupang untuk terus memberikan dukungan dan bantuan kepada warga terdampak sesuai kemampuan masing-masing.
Sementara itu, Romo Yonas Kamlasi menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap pembangunan Gereja YMY Liliba.
Menurutnya, dukungan pemerintah tersebut sejalan dengan semangat sinodalitas dalam Gereja Katolik, yakni membangun kehidupan dengan semangat berjalan bersama.
“Arah dan visi-misi Bapak Wali Kota sesungguhnya sejalan dengan kehendak gereja tentang sinodalitas atau berjalan bersama,” kata Romo Yonas.
Ia menegaskan bahwa kekuatan gereja tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan fisik, tetapi terutama oleh persatuan umat dalam menjalankan panggilan untuk menghadirkan nilai-nilai kasih di tengah masyarakat.
“Gereja akan kuat kalau kita bersinode dan bersekutu, bukan hanya untuk kepentingan gereja, tetapi menjadi saksi Kristus di tengah dunia,” ujarnya.
Dari pihak panitia pembangunan, bantuan Rp100 juta dari Pemkot Kupang dinilai menjadi tambahan energi untuk menuntaskan pembangunan Gereja YMY Liliba yang masih menyisakan sejumlah pekerjaan.
Zakarias Moruk mengatakan, dana tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung pekerjaan tahap akhir, terutama pemasangan plafon dan pengecatan bangunan gereja.
“Kedatangan ini merupakan kali kedua Bapak Wali Kota hadir langsung mendukung tempat kami. Bantuan Rp100 juta ini sangat berarti untuk menyelesaikan tahap akhir, khususnya pengerjaan plafon dan pengecatan,” ujar Zakarias.
Ia berharap pembangunan Gereja YMY Liliba dapat segera rampung sehingga bangunan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal sebagai tempat ibadah sekaligus ruang perjumpaan dan kebersamaan umat dengan masyarakat sekitar.
Penyaluran hibah tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Kupang untuk memastikan efisiensi anggaran tidak berhenti sebagai angka penghematan, tetapi benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk program dan dukungan yang memberi manfaat langsung.







