Suarantt.id, Kupang-Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat perekonomian daerah ini pada Triwulan II-2025 menunjukkan kinerja positif. Kepala BPS Provinsi NTT, Mira Kale, menyampaikan bahwa berdasarkan besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, nilai ekonomi NTT mencapai Rp37,40 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp20,84 triliun.
Secara tahunan (year-on-year/y-on-y), ekonomi NTT tumbuh 5,44 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,90 persen. Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa mencatat lonjakan tertinggi, yakni 39,89 persen.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter/q-to-q), ekonomi NTT tumbuh 7,54 persen. Lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi sektor dengan pertumbuhan tertinggi, meningkat 21,55 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa melesat hingga 63,53 persen.
Sepanjang Semester I-2025 (cumulative-to-cumulative/c-to-c), ekonomi NTT tumbuh 5,10 persen. Sektor perdagangan besar dan eceran, serta reparasi mobil dan sepeda motor kembali mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 12,42 persen. Dari sisi pengeluaran, ekspor barang dan jasa tumbuh signifikan sebesar 23,27 persen.
Struktur ekonomi NTT pada Triwulan II-2025 masih didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 30,48 persen terhadap PDRB. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 64,87 persen.
Mira Kale menegaskan, capaian ini menunjukkan tren pemulihan dan penguatan ekonomi daerah, terutama melalui sektor perdagangan, pariwisata, dan ekspor yang semakin bergerak. ***







