Suarantt.id, Kupang-Geliat ekonomi masyarakat tetap berlangsung di tengah bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Semangat tersebut terlihat dalam 10 hari pelaksanaan Pameran Pembangunan NTT 2026 yang tidak hanya menjadi ruang promosi pembangunan dan aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi wadah solidaritas bagi masyarakat terdampak gempa Flores.
Selama penyelenggaraan pameran, berbagai aksi kepedulian dilakukan, mulai dari penggalangan donasi, pengumpulan bantuan, aksi sosial, hingga dukungan dari komunitas dan pelaku usaha.
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengapresiasi seluruh masyarakat yang mengambil bagian dalam aksi solidaritas tersebut. Apresiasi khusus diberikan kepada para pelaku UMKM yang menyisihkan sebagian hasil usahanya, para seniman dan komunitas yang menjadikan panggung hiburan sebagai ruang untuk menggalang kepedulian, serta para relawan dan berbagai pihak yang membantu masyarakat terdampak bencana.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT Adi E. Mandala melaporkan, sebanyak 615 UMKM turut berpartisipasi selama 10 hari pelaksanaan Pameran Pembangunan.
Sementara itu, hingga hari kesembilan, jumlah pengunjung telah mencapai 112.342 orang, dengan total transaksi atau pengeluaran pengunjung mencapai Rp5.363.636.000.
Gubernur Melki menilai geliat ekonomi tersebut merupakan salah satu simbol ketangguhan masyarakat NTT. Namun, ia menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Ekonomi boleh terus bergerak, tetapi kepedulian harus tetap hidup. Kita bangkit bersama, kita peduli bersama, dan kita pulih bersama,” tegas Melki.
NTT Satu Keluarga
Melki menegaskan bahwa pembangunan daerah, termasuk penanganan bencana, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi sosial, relawan, serta seluruh masyarakat Indonesia yang telah memberikan perhatian dan dukungan bagi warga terdampak gempa Flores.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi kekuatan bersama untuk melewati masa tanggap darurat sekaligus mempersiapkan proses pemulihan masyarakat dan wilayah yang terdampak bencana.
Melki juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan Pameran Pembangunan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI Tahun 2026.
Ia berharap pameran tersebut tidak hanya dikenang karena kemeriahan dan capaian pembangunan yang ditampilkan, tetapi juga karena di tengah ujian akibat bencana, masyarakat NTT tetap memilih untuk hadir, bekerja, berbagi, dan saling menguatkan.
Menutup sambutannya, Gubernur Melki mengutip penyair Indonesia Sutardji Calzoum Bachri, “Yang tertusuk padamu, berdarah padaku.”
Bagi Melki, ungkapan tersebut menggambarkan kuatnya semangat persaudaraan masyarakat NTT dalam menghadapi bencana Flores. Rasa sakit yang dialami masyarakat di wilayah terdampak, kata dia, merupakan luka yang dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat NTT.
“Rasa sakit yang dialami saudara-saudari kita di Flores adalah luka kita bersama. Sebab NTT adalah satu keluarga,” ungkapnya.
Melki mengajak seluruh masyarakat untuk terus bergandengan tangan menghadapi masa sulit akibat bencana dan memastikan tidak ada masyarakat yang merasa menghadapi musibah seorang diri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Provinsi NTT Emelia J. Nomleni, Plh. Sekda Provinsi NTT Yohanes Otovianus, jajaran Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, para pelaku UMKM, serta insan pers. ***






