Gubernur Melki Laka Lena Apresiasi Program MBG di NTT, Serap Pangan Lokal dan Tingkatkan Kualitas Gizi Siswa

oleh -517 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Acara Lokakarya Persiapan Penguatan Program Pendidikan dan Gizi, serta Koordinasi Penyelenggaraan Rantai Pasok Bahan Baku Pangan dari Badan Gizi Nasional (BGN), di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Jumat, 10 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai memberikan dampak nyata, tidak hanya bagi peningkatan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga terhadap perekonomian masyarakat melalui penyerapan bahan pangan lokal.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri dan membuka kegiatan Lokakarya Persiapan Penguatan Program Pendidikan dan Gizi, serta Koordinasi Penyelenggaraan Rantai Pasok Bahan Baku Pangan yang diselenggarakan oleh Badan Gizi Nasional (BGN), di Aula Fernandez Kantor Gubernur NTT pada Jumat (10/4/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menilai Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menjadi salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Menurut saya program MBG ini yang paling dirasakan manfaat oleh banyak orang. Program ini sudah menyentuh puluhan juta penerima manfaat, mulai dari peserta didik tingkat PAUD, SD, SMP, hingga SMA, serta balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas gizi, Gubernur juga menekankan bahwa program ini berdampak positif terhadap ekonomi lokal, khususnya dalam penyerapan bahan baku pangan dari masyarakat.

“Melalui Program MBG juga mampu menyerap bahan baku pangan lokal, dan ini tentu berdampak positif bagi masyarakat kita, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja,” tambahnya.

Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi NTT menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh setiap upaya kolaboratif dalam meningkatkan sistem pangan dan gizi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah, mitra pembangunan, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan generasi NTT yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

“Melalui lokakarya ini, saya berharap kita dapat menyamakan persepsi, berbagi informasi, serta merumuskan langkah-langkah strategis yang konkret dan implementatif,” jelas Gubernur.

BACA JUGA:  Kajari Kupang Ungkap Profil dan Modus Deny Mahwan Sabat, Buronan yang Ditangkap Setelah 4 Tahun Kabur

Ia juga menekankan pentingnya penguatan rantai pasok bahan baku pangan, mulai dari aspek produksi hingga distribusi yang efisien. Selain itu, penguatan kelembagaan serta pemberdayaan petani dan pelaku usaha lokal dinilai sangat penting untuk menjaga keberlanjutan program.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Kerja Sama dan Kemitraan BGN, Heri Chandra, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTT dalam mengawal implementasi Program MBG.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kemitraan untuk meningkatkan gizi dan kualitas pendidikan anak-anak kita. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT yang terus mendukung program ini,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan sejumlah dampak positif yang telah terlihat dari pelaksanaan program tersebut di lapangan, di antaranya peningkatan konsentrasi belajar siswa, meningkatnya kehadiran di sekolah, serta terbentuknya kebiasaan hidup sehat seperti mencuci tangan sebelum makan.

“Anak-anak juga belajar nilai sosial dan empati melalui budaya makan bersama. Ini menjadi bagian penting dari pembentukan karakter,” tambahnya.

Heri berharap dukungan lintas sektor terus diperkuat, terutama dalam menjaga stabilitas rantai pasok bahan baku pangan agar program MBG dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Kupang, Yudhistira Yewangoe, menyampaikan bahwa UNICEF turut memberikan perhatian terhadap upaya pemenuhan gizi anak dan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.

Lokakarya ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam mengintegrasikan program pendidikan dan gizi, sekaligus memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pangan yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.