Wagub NTT di Tengah Anak Autisme, Ajak Semua Pihak Wujudkan Pendidikan Inklusif

oleh -192 Dilihat
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma Hadiri peringatan Hari Autisme Sedunia di Kupang pada Jumat, 10 April 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan akses pendidikan yang inklusif bagi anak-anak penyandang spektrum autisme.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Peringatan Hari Autisme Sedunia yang digelar Komunitas Autis NTT di UPTD Taman Budaya Gerson Poyk, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Jumat (10/4/2026) sore.

Kehadiran Wakil Gubernur disambut antusias oleh anak-anak penyandang autisme, orang tua, serta para pendamping, meski kegiatan berlangsung di tengah guyuran hujan cukup lebat.

Suasana semakin meriah dengan berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan anak-anak, mulai dari menyanyi, bermain musik, menari, membaca puisi, hingga drama.

Dalam arahannya, Johni Asadoma menegaskan bahwa peringatan Hari Autisme Sedunia menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta penerimaan masyarakat terhadap individu dengan spektrum autisme.

“Anak-anak autis adalah anak-anak yang istimewa. Mereka memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Ini adalah berkat yang Tuhan berikan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki talenta yang berbeda, termasuk anak penyandang autisme yang memiliki cara unik dalam berekspresi dan berprestasi. Oleh karena itu, peran orang tua dinilai sangat penting dalam mengenali dan mengembangkan potensi anak sejak dini.

“Talenta anak-anak ini harus terus diasah. Orang tua harus peka terhadap potensi mereka, agar bisa dibina dan dikembangkan secara maksimal,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Johni juga membagikan kisah inspiratif atlet renang dunia, Michael Phelps, yang mampu meraih kesuksesan meski menghadapi tantangan sejak kecil. Ia berharap kisah tersebut dapat memotivasi anak-anak untuk terus berjuang mengembangkan potensi diri.

Lebih lanjut, Johni menyampaikan kebanggaannya terhadap anak-anak penyandang autisme di NTT yang telah menunjukkan berbagai prestasi di bidang seni, keterampilan, maupun akademik.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Umumkan Susunan Direksi dan Komisaris Baru Bank NTT Hasil RUPS Luar Biasa 2025

Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa dengan dukungan yang tepat, mereka mampu berkembang, mandiri, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Untuk itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha hingga masyarakat luas, untuk memperkuat komitmen dalam menyediakan layanan yang inklusif.

“Pemprov NTT berkomitmen mendorong kebijakan inklusif, memperluas akses pendidikan, meningkatkan layanan kesehatan, serta membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa membangun masyarakat inklusif bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga masyarakat.

Sementara itu, Ketua Komunitas Autis NTT, Adriana Bunakala, menyampaikan bahwa anak-anak dengan autisme memiliki potensi besar untuk berkembang jika mendapatkan dukungan, kasih sayang, dan stimulasi yang tepat.

“Autisme bukan penyakit yang harus disembuhkan, melainkan perbedaan cara otak bekerja. Anak-anak ini hanya butuh dukungan dan ruang untuk berkembang,” ujarnya.

Adriana juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan berbagai pihak dalam penanganan anak autisme di NTT, meski masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan.

“Kami optimis komunitas ini akan terus bergerak memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak di seluruh NTT,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.