Gubernur Melki Laporkan 33 Korban Meninggal, Pemerintah Pusat Siapkan Dukungan Penanganan Gempa Flores

oleh -104 Dilihat
Gubernur NTT Laporkan 33 Korban Meninggal Akibat Gempa Flores kepada Pemerintah Pusat. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena melaporkan kondisi terkini bencana gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores kepada Pemerintah Pusat. Hingga data sementara yang diterima, sebanyak 33 orang dilaporkan meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Laporan itu disampaikan Gubernur Melki dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Provinsi NTT yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno melalui Zoom, Sabtu (15/8/2026) sore.

Rapat tersebut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, BNPB, Basarnas, BMKG, TNI-Polri, Pangdam Udayana, Polda NTT, Korem 161/Wira Sakti, serta para kepala daerah kabupaten/kota di NTT.

Dalam rapat, Gubernur Melki memaparkan perkembangan kondisi di wilayah terdampak, mulai dari korban jiwa, korban luka-luka, kerusakan infrastruktur, hingga langkah penanganan yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi NTT bersama pemerintah kabupaten dan unsur TNI-Polri.

Berdasarkan data sementara, 33 korban meninggal dunia tersebar di lima kabupaten. Rinciannya, tiga orang di Kabupaten Sikka, satu orang di Nagekeo, 14 orang di Manggarai, 14 orang di Manggarai Timur, dan satu orang di Manggarai Barat.

Selain itu, sebanyak 23 orang dilaporkan mengalami luka-luka, masing-masing enam orang di Sikka, 13 orang di Ende, dan empat orang di Manggarai.

Gubernur Melki menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, serta pendataan oleh tim di lapangan.

“Sejak pagi tadi, kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, para bupati, wakil bupati dan berbagai jajaran yang ada di Flores. Kami cek berbagai kondisi yang terjadi,” kata Gubernur Melki.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Melki Laka Lena: Pemimpin Daerah Harus Jadi Pelayan

Menurutnya, pemerintah daerah di seluruh daratan Flores juga terus bergerak memimpin penanganan di wilayah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk memastikan respons terhadap masyarakat terdampak dapat berlangsung cepat.

Pemerintah Fokus Penuhi Kebutuhan Dasar Pengungsi

Selain pencarian dan evakuasi korban, Pemerintah Provinsi NTT menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak sebagai prioritas dalam masa tanggap darurat.

Kebutuhan tempat tinggal sementara, termasuk tenda dan selimut, menjadi perhatian pemerintah bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan maupun tidak lagi dapat ditempati.

Pemprov NTT juga mengambil langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat terdampak. Pemerintah mengajak toko-toko makanan dan minuman di seluruh daratan Flores untuk turut membantu menyediakan kebutuhan pangan bagi para korban.

Gubernur Melki meminta para pelaku usaha tidak ragu memberikan bantuan terlebih dahulu dalam situasi darurat, terutama untuk memastikan masyarakat terdampak tidak mengalami kekurangan makanan dan minuman.

Kebutuhan tersebut selanjutnya akan dihitung dan dibiayai secara bersama oleh pemerintah kabupaten, Pemerintah Provinsi NTT, serta melalui dukungan Pemerintah Pusat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya gotong royong seluruh unsur di daerah agar kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus menunggu seluruh bantuan dari Pemerintah Pusat tiba.

Koordinasi dengan Pemerintah Pusat Diperkuat

Melalui rapat koordinasi bersama Pemerintah Pusat, Pemprov NTT menyampaikan kondisi terkini di lapangan sekaligus kebutuhan dukungan untuk mempercepat penanganan bencana.

Gubernur Melki menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan diarahkan pada keselamatan masyarakat, percepatan pencarian dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pemulihan akses dan layanan dasar yang terdampak.

Dengan koordinasi lintas kementerian, lembaga, pemerintah daerah, TNI-Polri dan seluruh unsur terkait, pemerintah berharap penanganan darurat gempa di Flores dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi dan tepat sasaran. ***

BACA JUGA:  RUPS Bank NTT 2026, Paulus Charlie Pastikan Dividen Rp151 Miliar untuk Pemegang Saham

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.