Gubernur Melki Letakkan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat NTT di Kabupaten Kupang dan Tampung 1.080 Siswa dari SD hingga SMA

oleh -1021 Dilihat
Gubernur NTT Melki Laka Lena Didampingi Bupati Kupang, Yoseph Lede Melakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Rakyat NTT di Kabupaten Kupang pada Selasa, 20 Januari 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi melakukan Peletakan Batu Pertama (Ground Breaking) Pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi NTT yang berlokasi di Jalan Tilong Dam, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang pada Selasa (20/1/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Kupang Yosep Lede, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT Istiadi Nugroho, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, berkeadilan, dan berkualitas. Program Sekolah Rakyat sendiri digagas atas inisiatif Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai upaya menghapus kesenjangan pendidikan, menyediakan pendidikan gratis, serta memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan wujud nyata pelaksanaan amanat Undang-Undang Dasar 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Sekolah Rakyat ini merupakan bagian dari spirit Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan dan memastikan bahwa amanat UUD 1945 tentang mencerdaskan kehidupan bangsa benar-benar dilaksanakan bagi seluruh anak bangsa, termasuk di NTT,” ungkap Gubernur Melki.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat hadir tidak hanya sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen strategis untuk memutus rantai kemiskinan.

“Sekolah Rakyat ini sangat mulia karena menjadi alat untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat miskin melalui akses pendidikan, pemberian pengetahuan, serta pelatihan keterampilan agar peserta didik tumbuh menjadi sumber daya manusia yang cerdas, produktif, dan sejahtera,” katanya.

Gubernur Melki optimistis, melalui pendidikan yang berkualitas dan merata, anak-anak NTT akan tumbuh menjadi generasi unggul yang mampu membangun daerah dan bangsa. Kehadiran Sekolah Rakyat ini juga sejalan dengan salah satu misi kepemimpinan Gubernur Melki Laka Lena dan Wakil Gubernur Johni Asadoma, yakni menghadirkan pendidikan berkualitas yang merata, partisipatif, dan tepat sasaran.

BACA JUGA:  MBG di NTT Tak Sekadar Pangan, Tapi Strategi Bangun SDM dan Ekonomi Daerah

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersinergi dalam mewujudkan pembangunan Sekolah Rakyat.

“Terima kasih kepada Kementerian PUPR sebagai pelaksana pembangunan melalui Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT, serta kepada Pemerintah Kabupaten Kupang yang telah menyiapkan lahan pembangunan,” ujarnya.

Dia juga mengimbau seluruh masyarakat dan pemerintah daerah untuk menjaga serta mendukung penuh proses pembangunan Sekolah Rakyat ini agar berjalan lancar.

“Sekolah Rakyat ini dibangun untuk kepentingan anak-anak kita dan memiliki manfaat jangka panjang. Jangan sampai ada gangguan atau persoalan yang dapat menghambat proses pembangunannya,” tegas Gubernur.

Sementara itu, Bupati Kupang Yosep Lede menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah Kabupaten Kupang.

Menurutnya, kehadiran sekolah tersebut akan sangat membantu meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat.

“Program ini sejalan dengan janji Presiden Prabowo untuk menghadirkan pendidikan hingga ke pelosok daerah. Kami di Kabupaten Kupang sangat bersyukur,” ungkap Yosep Lede.

Dia menambahkan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu menjawab persoalan pendidikan di Kabupaten Kupang yang masih memiliki angka anak putus sekolah cukup tinggi.

“Sekolah Rakyat ini adalah anugerah yang diharapkan dapat mengatasi persoalan pendidikan anak-anak NTT, khususnya di Kabupaten Kupang,” ujarnya.

Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis NTT, Istiadi Nugroho, menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat yang dibangun tersebut dirancang untuk menampung sebanyak 1.080 siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.

“Gedung sekolah ini nantinya mampu menampung 1.080 siswa. Hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama dan kami bersyukur Pak Gubernur dan Pak Bupati hadir untuk mengawal pembangunan ke depan. Harapan kami, pembangunan dapat terealisasi sesuai kontrak dan target yang telah disepakati,” jelasnya.

BACA JUGA:  Pemprov NTT Dukung Penuh Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Adapun perencanaan pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi NTT meliputi gedung SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, rumah susun guru, gedung ibadah, gedung serbaguna, kantin sekolah, gudang perawatan, TPS, guest house, rumah genset, rumah pompa, gedung gereja, lapangan bola, lapangan basket, serta gerbang sekolah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.