Gubernur Melki Tancap Gas Tangani Gempa Riung, Bantuan dan Pendataan Kerusakan Diperkuat

oleh -48 Dilihat
Gubernur NTT Salurkan Bantuan kepada Warga Riung Terdampak Gempa. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Bajawa-0Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena tancap gas memperkuat penanganan dampak gempa bumi di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.

Gubernur Melki turun langsung ke sejumlah titik terdampak pada Sabtu (22/8/2026), dalam rangka berkantor di Flores sekaligus memastikan kondisi masyarakat serta penanganan bencana berjalan di lapangan.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur membawa bantuan berupa beras dan kebutuhan pokok lainnya, termasuk bantal dan selimut bagi masyarakat yang masih bertahan di lokasi pengungsian.

Sejumlah wilayah yang dikunjungi antara lain Desa Ta’do, Bekek, dan Lengkosambi Barat. Di setiap titik, Gubernur berdialog langsung dengan warga dan pemerintah desa untuk mengetahui kebutuhan yang masih harus segera dipenuhi.

Di Desa Ta’do, masyarakat masih diarahkan untuk tetap berada di pengungsian hingga kondisi dinyatakan aman untuk kembali ke rumah.

Sementara di Bekek, Gubernur mengunjungi posko pengungsian yang didirikan pihak kepolisian di halaman Gereja St. Petrus dan Paulus. Wilayah tersebut menjadi salah satu lokasi yang mengalami dampak cukup besar akibat gempa.

Di Lengkosambi Barat, Gubernur menerima laporan bahwa sebagian warga memilih mengungsi ke wilayah pegunungan. Kondisi masyarakat sempat diperberat dengan terputusnya aliran listrik dan jaringan komunikasi.

“Perhatian terhadap Riung sempat terputus karena sejak awal listrik dan sinyal juga putus. Tetapi kita sekarang berada dalam tahap tanggap darurat dan kita akan usahakan dengan berbagai cara agar kebutuhan masyarakat bisa kita penuhi,” kata Gubernur Melki.

Dalam dialog bersama warga, kebutuhan makanan dan minuman dilaporkan relatif mencukupi. Namun, masyarakat masih membutuhkan tempat tidur dan perlengkapan untuk beristirahat pada malam hari. Selain itu, keterbatasan layanan pengobatan juga menjadi perhatian.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Buka Kegiatan Jalan Santai dan Live Talk Show: Ajak Semua Pihak Tolak Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Gubernur menegaskan pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat. Ia juga meminta pemerintah kabupaten hingga pemerintah desa memastikan seluruh bantuan yang masuk dapat disalurkan secara baik dan tepat sasaran.

“Pemerintah kabupaten sampai desa harus memastikan distribusi bantuan berjalan dengan baik, sehingga masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapat bantuan,” tegasnya.

Pendataan Kerusakan Dimulai

Selain memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, Gubernur Melki meminta pendataan kerusakan segera dilakukan.

Menurutnya, meskipun data kerusakan masih dinamis karena aktivitas gempa masih berlangsung, pemerintah tetap harus memiliki data awal sebagai dasar menentukan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Mulai sekarang harus didata, meskipun datanya masih akan dinamis karena masih ada gempa. Rumah masyarakat harus didata, termasuk sarana dan prasarana publik lainnya seperti kantor, Pustu, jembatan dan fasilitas umum lainnya,” jelasnya.

Pendataan tersebut akan menjadi fondasi bagi pemerintah dalam menentukan kebutuhan pemulihan setelah masa tanggap darurat berakhir.

Untuk rumah masyarakat, pemerintah menyiapkan skema bantuan berdasarkan tingkat kerusakan. Kerusakan ringan diproyeksikan mendapat bantuan sekitar Rp15 juta, kerusakan sedang Rp30 juta, sedangkan kerusakan berat sekitar Rp70 juta.

“Setelah masa tanggap darurat, kita akan masuk ke tahap perbaikan. Karena itu pendataan harus dimulai dari sekarang,” ujarnya.

Gubernur menegaskan penanganan gempa tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah akan melanjutkan pekerjaan melalui tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi untuk memulihkan kehidupan masyarakat serta fasilitas publik yang terdampak.

Pastikan Dukungan Pemerintah Sampai ke Masyarakat

Kepala desa yang ditemui Gubernur menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah dalam penanganan bencana, mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat.

“Kami mengapresiasi penanganan dari pemerintah, baik dari desa, kabupaten, provinsi maupun pusat. Kami sudah disentuh oleh pemerintah. Walaupun karena pemerintah juga melayani banyak wilayah, mungkin masih ada kekurangan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Polres Sikka Evakuasi Cepat Warga Palue, Korban Gempa Diterbangkan ke Maumere

Gubernur Melki menegaskan Pemerintah Provinsi NTT sejak awal terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pemerintah pusat dalam menangani dampak gempa di Flores.

Menurutnya, pemerintah provinsi memiliki tanggung jawab untuk memastikan dukungan pemerintah pusat dapat diteruskan secara maksimal hingga ke daerah dan masyarakat terdampak.

“Dengan komitmen kita bersama, saya pastikan tugas saya adalah memastikan seluruh dukungan dari pusat bisa penuh sampai ke daerah,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat tetap kuat menghadapi situasi bencana yang masih berlangsung.

“Kita yakin kita tangguh,” ujar Gubernur.

Kunjungan ke Riung menjadi bagian dari rangkaian kerja Gubernur Melkiades Laka Lena berkantor di Flores. Fokus utamanya adalah memastikan pemerintah hadir secara langsung di tengah masyarakat terdampak sekaligus memperkuat koordinasi penanganan bencana dari tingkat provinsi, kabupaten hingga desa.

Dengan bantuan kebutuhan dasar terus disalurkan dan pendataan kerusakan mulai diperkuat, pemerintah menargetkan proses penanganan dapat berjalan terarah, mulai dari tanggap darurat hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.