Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menantang generasi muda untuk mengambil peran lebih besar sebagai motor penggerak lompatan pertanian di NTT. Tantangan itu disampaikannya saat menghadiri sekaligus melantik Dewan Pengurus Daerah Pemuda Tani Indonesia (DPD PTI) NTT di Hotel Harper Kupang pada Kamis (27/11/2025).
Gubernur Melki menegaskan bahwa sudah waktunya anak muda mengalihkan fokus dari hiruk-pikuk politik ke pembangunan sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi provinsi kepulauan tersebut.
“Selama ini anak muda mayoritas sibuk main politik, padahal urusan politik sudah selesai di 2024-2025. Sekarang saatnya bekerja untuk pertanian,” tegasnya dalam sambutannya.
Anak Muda Jangan Jauh dari Sawah dan Ladang
Menurut Melki, pertanian NTT membutuhkan energi baru yang hanya dapat dihadirkan oleh generasi muda. Ia menilai kehadiran Pemuda Tani Indonesia sebagai wadah yang tepat untuk mendorong gerakan pertanian modern yang lebih terstruktur.
“Orang-orang hebat bergabung di Pemuda Tani Indonesia baik di pusat maupun di daerah. Ini membuat pergerakan pasti lebih cepat,” ujarnya.
Gubernur Melki menekankan bahwa pertanian tetap menjadi sektor penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi NTT. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertanian menempati posisi teratas dalam kontribusi ekonomi pada dua triwulan awal tahun ini.
“Kita bisa tembus di atas 5 persen. Memang triwulan ketiga menurun karena bukan musim panen, tetapi bulan terakhir ini saya perkirakan akan naik lagi seiring masuknya musim tanam,” jelasnya.
Sukses Petani Muda Jadi Contoh
Gubernur Melki juga menyoroti kisah sukses anak-anak muda NTT yang pernah mengikuti pelatihan di Australia. Berbekal pengetahuan modern, mereka mampu memperluas usaha pertanian dari lahan 1.000 meter persegi menjadi beberapa hektare.
“Ini bukti bahwa anak muda bisa menjadi motor penggerak koperasi desa dan wirausaha pertanian,” katanya penuh optimisme.
Pendidikan Praktik Dukung Lompatan Pertanian
Ia turut mengapresiasi peran Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) yang konsisten menjalankan pendidikan berbasis praktik. Menurutnya, sistem ini menghasilkan lulusan yang siap terjun langsung ke lapangan.
“Teorinya sedikit, selebihnya praktik. Bahkan banyak mahasiswa praktik hingga ke luar negeri,” tutur Melki.
Pemerintah Siap Besarkan PTI
Gubernur Melki memastikan bahwa pemerintah memberikan dukungan penuh kepada Pemuda Tani Indonesia sebagai organisasi yang diharapkan menjadi wajah baru pertanian NTT.
“Kita tidak punya wadah lain selain PTI. Maka PTI harus menjadi gambaran anak muda pertanian NTT,” tegasnya.
Acara pelantikan DPD PTI NTT itu dihadiri berbagai tokoh penting, antara lain:
- Sekjen DPP Pemuda Tani Indonesia, R.S. Suroyo Jr
- Anggota DPR RI, Usman Husein dan Gavriel Novanto
- Ketua DPRD NTT, Emilia J. Nomleni
- Wakil Ketua DPRD NTT, Fernando O. Soares
- Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo
- Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis
- Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Odja
- Bupati Kupang, Yoseph Lede
- Rektor Politani Kupang, Johanis A. Jermias
Acara yang berlangsung meriah itu menjadi momentum penting bagi pemerintah dan Pemuda Tani Indonesia untuk menyerukan kebangkitan pertanian NTT yang lebih modern, inklusif, dan dipimpin oleh generasi muda. ***






