Suarantt.id, Maumere-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak kalangan perguruan tinggi dan masyarakat untuk bersinergi membangun ekonomi rakyat melalui program One Village One Product (OVOP) yang kini dikembangkan menjadi One Community One Product. Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Senat Terbuka Luar Biasa ke-26 Universitas Nusa Nipa (UNIPA) dalam rangka Wisuda Tahun Akademik 2024/2025, yang digelar di Aula Nusa Nipa, Maumere pada Sabtu (25/10/2025).
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika dan para wisudawan UNIPA atas terselenggaranya wisuda dengan tema “Bersinergi, Berdampak, dan Berkelanjutan.” Menurutnya, tema tersebut memiliki makna strategis dalam menghadirkan lulusan yang siap berkontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
“Sinergi menegaskan pentingnya kolaborasi antara ilmu dan iman, antara individu dan komunitas, antara kampus dan masyarakat. Dari sinergi itulah lahir dampak nyata ketika pengetahuan tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi menjelma menjadi aksi yang mengubah kehidupan,” ujar Gubernur.
Lebih jauh, Gubernur Melki menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan pemerintah dalam mengembangkan potensi lokal. Ia mengundang Universitas Nusa Nipa untuk berperan aktif dalam program One Community One Product (OCOP) yang tengah digalakkan Pemerintah Provinsi NTT sebagai penguatan dari konsep OVOP.
“UNIPA sebagai satu komunitas diundang untuk turut terlibat, berkolaborasi bersama Pemerintah menghasilkan produk lokal yang berkualitas lewat program OVOP. Dengan sinergi seperti ini, kita mampu menggerakkan ekonomi rakyat,” tegasnya.
Program tersebut, lanjut Gubernur, akan diintegrasikan dengan pengembangan Gerai NTT Mart di setiap kabupaten sebagai wadah promosi dan penjualan produk-produk lokal unggulan. Melalui kemitraan antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.
Selain mendorong penguatan ekonomi lokal, Gubernur Melki juga menyoroti pentingnya menjaga kualitas pendidikan dan integritas akademik. Ia mengingatkan agar dunia pendidikan tidak terjebak dalam praktik “inflasi nilai” yang dapat menurunkan kualitas sumber daya manusia.
“Kita temukan mahasiswa masih lemah dalam literasi dan numerasi dasar. Namun karena tuntutan administratif, nilai sering diubah untuk memenuhi standar. Jika dibiarkan, kita akan menghasilkan generasi yang rapuh, yang ijazahnya tidak sepadan dengan kompetensinya,” tegas Gubernur.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga memperkenalkan kebijakan baru Pemerintah Provinsi NTT tentang “Jam Belajar dan Jam Keluarga” pada pukul 17.30-19.00 sebagai bagian dari upaya membangun kembali ketahanan moral dan karakter anak-anak NTT.
“Kualitas hidup keluarga yang baik akan berdampak langsung pada perilaku sosial dan moral generasi muda. Keluarga yang kuat dan relasi yang sehat adalah benteng utama dalam melindungi generasi kita dari berbagai ancaman zaman,” ujar Gubernur Melki.
Kepada para wisudawan, Gubernur berpesan agar tidak berhenti belajar dan terus membangun jejaring serta menciptakan lapangan kerja mandiri.
“Hari ini bukan akhir perjuangan. Dunia kini adalah dunia yang kolaboratif. Bangun jejaring, terus belajar, dan beranilah membuka lapangan pekerjaan mandiri. Masyarakat kita di kampung-kampung menanti pengabdian anda,” pesannya.
Turut hadir dalam acara wisuda tersebut Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI Suparman, Rektor UNIPA Maumere Jonas Gobang, Kepala LLDIKTI Wilayah XV Adrianus Amheka, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, serta para tokoh agama, Forkopimda, dan masyarakat Kabupaten Sikka. ***





