Gubernur NTT Dorong Sinergi Perkuat Keamanan Transaksi Digital

oleh -2443 Dilihat
Gubernur NTT Pose Bersama Kepala BI Perwakilan NTT di Acara Talk Show Penguatan Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Digital Dalam Sistem Pembayaran. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk memperkuat keamanan transaksi digital di daerah, demi meningkatkan kepercayaan publik dan pelaku usaha.

Hal itu disampaikan Gubernur saat menjadi keynote speaker dalam talk show bertema “Penguatan Penegakan Hukum Terhadap Kejahatan Digital Dalam Sistem Pembayaran” di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT pada Kamis (14/8/2025).

Menurutnya, digitalisasi sistem pembayaran di NTT harus dibarengi dengan keamanan dan tata kelola yang baik agar tercipta ekosistem pasar digital yang kuat dan terpercaya. Meski efisien dan efektif, perkembangan transaksi digital juga memunculkan risiko kejahatan siber seperti pencurian data pribadi hingga pencucian uang.

“Diharapkan peran pemerintah, lembaga peradilan, penegak hukum, dan sinergi bersama perbankan dapat memperkuat keamanan transaksi digital,” kata Gubernur.

Ia menambahkan, kualitas ekosistem ekonomi harus dijaga melalui keamanan digital sebagai bentuk komitmen memberi rasa aman bagi dunia usaha. “Iklim usaha yang sehat bergantung pada kepastian dan keamanan. Pelaku usaha, dari UMKM hingga investor besar, memerlukan jaminan bahwa investasi dan transaksi mereka terlindungi dari kejahatan siber,” ujarnya.

Gubernur juga mengajak semua pihak membangun ekosistem keamanan siber yang tangguh, mencakup penguatan regulasi, penegakan hukum yang tegas, inovasi teknologi keamanan oleh sektor swasta, serta gerakan literasi digital yang masif dan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Kepala Perwakilan BI NTT, Agus Sistyo Widjajati, menekankan bahwa digitalisasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, namun harus diimbangi dengan perhatian serius terhadap keamanan transaksi. Ia menggarisbawahi tiga langkah strategis: edukasi masyarakat tentang produk digital, pemahaman risiko, dan peningkatan literasi keuangan.

“Peningkatan kapasitas masyarakat dan keamanan digital menjadi fokus utama dalam mendukung perkembangan ekonomi digital. Produk-produk asal NTT seperti kain tenun yang semakin diminati harus dikelola dan dipasarkan dengan digitalisasi yang aman dan terpercaya,” ungkap Agus.

BACA JUGA:  Gubernur, Wagub NTT dan Wali Kota Kupang Hadiri Pembukaan Mubes IV IKAS Kupang

Acara talk show ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi regulator, lembaga yudikatif, aparat penegak hukum, dan sektor swasta untuk menciptakan iklim ekonomi digital yang sehat dan berdaya saing di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.