Gubernur NTT Dorong Wisata Bahari Alor Perkuat Ekonomi Warga dan Konservasi Laut

oleh -141 Dilihat
Gubernur NTT Didampingi Wabup Alor Pantau Kelompok UMKM Peserta Kegiatan Fielder Trip Muatan Lokal Konservasi Kelautan dan Mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Kawasan Taman Suaka Alam Perairan (TSAP) Pantai Sebanjar, Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Senin 25 Mei 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kalabahi-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pengembangan pariwisata bahari di Kabupaten Alor harus diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat lokal sekaligus menjaga keberlanjutan konservasi laut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat berdiskusi bersama kelompok UMKM, peserta kegiatan field trip muatan lokal konservasi kelautan, serta mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di kawasan Taman Suaka Alam Perairan (TSAP) Pantai Sebanjar, Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut pada Senin (25/5/2026).

Dalam forum tersebut, Melki menilai Alor memiliki daya tarik wisata yang kuat dan berpotensi menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di NTT. Ia menyebut pengalaman wisata di Alor mampu meninggalkan kesan mendalam bagi wisatawan.

“Kalau orang datang ke Alor satu kali, pasti menyisakan rindu dan ingin datang lagi. Itu artinya Alor punya kekuatan wisata yang besar,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pariwisata memiliki efek berantai yang luas terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga ekonomi kreatif dan UMKM.

“Hotel butuh makan minum, butuh transportasi, butuh ekonomi kreatif, butuh kuliner, dan membuka lapangan kerja. Karena itu pariwisata harus menjadi penggerak ekonomi di Alor,” katanya.

Melki juga menekankan pentingnya pengelolaan pariwisata yang inklusif dengan menjangkau berbagai segmen wisatawan. Ia menilai Alor tidak harus sepenuhnya menjadi destinasi wisata premium seperti Labuan Bajo, tetapi tetap terbuka bagi wisatawan kelas menengah hingga umum.

Selain itu, Gubernur menyoroti aktivitas kapal wisata dan pinisi yang rutin masuk ke wilayah Alor. Ia mengungkapkan pemerintah provinsi bersama pemerintah pusat tengah membahas mekanisme agar aktivitas tersebut dapat memberikan kontribusi langsung terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

BACA JUGA:  Fraksi PSI Tegaskan Komitmen pada Keadilan Sosial dan Pembangunan Inklusif di NTT

“Kita ingin kapal-kapal wisata yang masuk juga memberi kontribusi bagi daerah, sehingga tidak hanya meninggalkan dampak, tetapi juga manfaat ekonomi,” tegasnya.

Di sisi lain, Melki menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi lingkungan dan kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, upaya konservasi akan berjalan efektif apabila masyarakat turut merasakan manfaat ekonomi secara langsung.

“Konservasi akan berjalan baik kalau berdampak juga pada ekonomi masyarakat lokal. Karena itu konservasi dan ekonomi harus berjalan bersama,” ujarnya.

Ia juga mendorong peningkatan kualitas kerja sama antara pemerintah daerah dengan mitra konservasi, baik dari dalam maupun luar negeri, serta pentingnya evaluasi program agar manfaatnya benar-benar terukur.

Dalam kesempatan tersebut, Melki turut menyoroti penguatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, terus mendorong hilirisasi produk lokal serta memperluas akses pemasaran, termasuk melalui konsep NTT Mart.

“Produk mama-mama dan anak muda Alor harus punya pasar yang baik dan memberi nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.

Gubernur juga menekankan pentingnya menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan sebagai kunci menarik kunjungan ulang dan investasi baru di sektor pariwisata.

“Kalau orang jatuh hati dengan suatu daerah, dia bisa kembali lagi, bahkan membangun usaha di sana. Karena itu pelayanan kepada wisatawan harus dijaga dengan baik,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, akan terus memberikan dukungan pembangunan bagi Kabupaten Alor, termasuk di sektor infrastruktur dan pariwisata, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, menyampaikan bahwa wisata bahari menjadi salah satu kekuatan utama daerahnya. Ia menilai keindahan bawah laut Alor memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

“Banyak wisatawan datang sekali lalu ingin kembali lagi. Itu menunjukkan Alor punya daya tarik wisata yang kuat,” ujarnya.

BACA JUGA:  Camat Kelapa Lima Tegaskan Tegak Lurus Perintah Wali Kota, Soroti Usaha Air Penyebab Kerusakan Jalan

Usai kegiatan, Gubernur bersama rombongan meninjau stan UMKM di kawasan Pantai Sebanjar. Dalam kesempatan tersebut, Melki membeli sejumlah kain tenun khas Alor serta produk makanan dan minuman lokal sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku UMKM di wilayah pesisir. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.