Gubernur NTT: KUR Jadi Motor Penggerak Ekonomi Rakyat di Daerah

oleh -1523 Dilihat
Gubernur NTT Kunker ke Kabupaten Sumba Barat pada Minggu, 15 Maret 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)


Suarantt.id, Waikabubak-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di daerah.

Pemanfaatan KUR diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha produktif sekaligus mempercepat penanggulangan kemiskinan dan stunting di NTT.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat pertemuan bersama para pemangku kepentingan di Kabupaten Sumba Barat dengan tema Pengembangan Ekonomi Kerakyatan untuk Menanggulangi Kemiskinan dan Stunting yang digelar di Aula Kantor Bupati Sumba Barat pada Minggu (15/3/2026).

Dalam arahannya, Gubernur Melki mendorong pemanfaatan KUR yang disalurkan melalui bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Tabungan Negara, serta bank daerah yakni Bank NTT.

“KUR adalah salah satu pola untuk menggerakkan ekonomi rakyat melalui perbankan. Melalui KUR kita bisa membentuk usaha-usaha produktif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pengembangan usaha produktif tersebut dapat diperkuat melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), One School One Product (OSOP), dan One Community One Product (OCOP). Ketiga pendekatan tersebut menjadi pilar penting dalam menopang pengembangan pasar produk lokal melalui program NTT Mart.

Menurut Gubernur, Kabupaten Sumba Barat sebagai daerah induk dari wilayah Sumba Barat Daya dan Sumba Tengah diharapkan mampu menjadi contoh dalam pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.

Ia juga menekankan bahwa skema penyaluran KUR pada tahun 2026, khususnya melalui Bank NTT, perlu diintegrasikan dengan program OVOP, OSOP, dan OCOP, dengan tetap menyesuaikan ketentuan yang berlaku serta dilakukan evaluasi secara berkala.

Selain itu, Gubernur Melki memaparkan data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan adanya penurunan angka kemiskinan di NTT. Pada September 2024, angka kemiskinan tercatat sebesar 19,02 persen, kemudian menurun menjadi 17,5 persen pada September 2025 atau turun sebesar 1,52 persen.

BACA JUGA:  Dorong UMKM Naik Kelas, BI NTT Gelar Capacity Building IKRA 2026 untuk Modest Fashion dan Halal Food

Menariknya, penurunan tersebut terjadi di tengah kebijakan efisiensi dana transfer daerah dari pemerintah pusat. Karena itu, ia meminta percepatan penyelesaian data kemiskinan agar program bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.

“Program ini akan lebih baik jika Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Sumba Barat terhubung dengan baik, bahkan dengan seluruh kabupaten/kota di NTT,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, mengatakan bahwa kemiskinan dan stunting masih menjadi tantangan besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah strategis, di antaranya intervensi terhadap kelompok masyarakat dengan masalah gizi, memastikan alokasi sumber daya untuk kegiatan prioritas, serta melibatkan berbagai pihak seperti akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, hingga mitra pembangunan dan LSM.

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat juga mengalokasikan anggaran dalam APBD Tahun Anggaran 2025/2026 untuk mendukung percepatan penanganan stunting.

Dia menambahkan, berdasarkan data beberapa tahun terakhir, persentase penduduk miskin di Kabupaten Sumba Barat menunjukkan tren penurunan yang cukup konsisten.

“Dalam periode 2021 hingga 2025, tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumba Barat tercatat menurun sebesar 1,92 persen,” jelasnya.

Selain fokus pada penanganan kemiskinan dan stunting, pemerintah daerah juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, khususnya lewat berbagai event budaya yang melibatkan pelaku UMKM dan IKM.

Melalui kegiatan tersebut, produk-produk lokal masyarakat semakin dikenal dan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kehadiran NTT Mart di Kabupaten Sumba Barat juga menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM dan IKM. Melalui program ini, produk lokal masyarakat dapat dipasarkan secara lebih luas,” ujarnya.

Bupati Yohanes Dade juga mengapresiasi kehadiran Gubernur NTT bersama tim percepatan pembangunan yang dinilai memberikan dorongan bagi masyarakat Sumba Barat untuk semakin aktif terlibat dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.

BACA JUGA:  BKKBN Resmi Luncurkan Pemutakhiran Data Keluarga 2025, NTT Siap Jadi Basis Pengentasan Stunting dan Kemiskinan

Usai pertemuan bersama para pemangku kepentingan, Gubernur Melki bersama rombongan juga menyempatkan diri berbelanja produk lokal di NTT Mart by Dekranasda Sumba Barat sebagai bentuk dukungan terhadap produk UMKM daerah. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.