Gubernur NTT Sebut Festival Fulan Fehan Kini Jadi Panggung Diplomasi Budaya dan Ekonomi Perbatasan

oleh -92 Dilihat
Gubernur Hadiri Puncak Festival Fulan Fehan IV Tahun 2026 di Padang Savana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu pada Sabtu, 27 Juni 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Atambua-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa Festival Fulan Fehan telah berkembang jauh melampaui sekadar perayaan budaya. Kini, festival tersebut menjadi panggung strategis diplomasi budaya, promosi pariwisata, sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia–Timor Leste.

Hal ini disampaikan Gubernur saat menghadiri puncak Festival Fulan Fehan IV Tahun 2026 yang digelar di Padang Savana Fulan Fehan, Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Muhammad Tito Karnavian.

Mengusung tema “Dance for Friendship”, festival tahun ini menampilkan ribuan penari dalam Tari Likurai Kolosal dengan latar megah Gunung Lakaan. Kehadiran delegasi dari Timor Leste dan Australia semakin memperkuat posisi festival sebagai ajang persahabatan dan kerja sama antarbangsa.

“Hari ini saya menyaksikan sendiri bagaimana Savana Fulan Fehan berubah menjadi lautan manusia, budaya, dan persahabatan. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi pesan bahwa budaya mampu menyatukan kita,” ujar Gubernur Melki.

Ia menambahkan, Tari Likurai yang dibawakan secara kolosal tidak hanya menyuguhkan keindahan seni, tetapi juga merepresentasikan sejarah, identitas, serta nilai-nilai persaudaraan masyarakat Pulau Timor kepada dunia.

“Di hamparan savana yang luar biasa ini, ribuan penari menghadirkan Tari Likurai Kolosal. Suara tifa, langkah kaki, dan gerakan penuh makna membawa cerita leluhur Pulau Timor ke mata dunia,” katanya.

Menurut Gubernur, kekuatan NTT tidak hanya terletak pada keindahan alam, tetapi juga pada kekayaan budaya yang hidup dan terus dijaga masyarakat.

“NTT bukan hanya tentang alam yang indah. NTT adalah tentang budaya yang hidup, masyarakat yang ramah, dan tradisi yang mampu menghubungkan dunia,” tegasnya.

BACA JUGA:  Labuan Bajo Jadi Tuan Rumah Konferensi Nasional APHTN-HAN, Wagub Johni Promosikan Pariwisata dan Transformasi Digital

Lebih lanjut, ia menilai Festival Fulan Fehan kini telah melampaui skala regional dan nasional.

“Festival ini bukan lagi kelas NTT dan bukan hanya kelas Indonesia, tetapi sudah kelas dunia. Ada pesan-pesan luar biasa dari tarian dan musik yang mampu menyatukan berbagai perbedaan,” ungkapnya.

Selain sebagai etalase budaya dan destinasi wisata, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Berbagai produk UMKM seperti tenun ikat, kuliner khas, dan kerajinan tangan dipromosikan kepada ribuan pengunjung, membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat di wilayah perbatasan.

Sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi NTT, Gubernur menyatakan dukungan penuh agar Festival Fulan Fehan terus berkembang menjadi agenda internasional yang berdampak luas terhadap kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Saya sudah menyampaikan kepada Pak Menteri Dalam Negeri bahwa ke depan acara festival ini kami dukung penuh agar bisa lebih hebat lagi. Proficiat untuk Pemerintah Kabupaten Belu dan masyarakat Belu. Kami berkomitmen mendukung festival ini terus berjalan setiap tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai berhasil menampilkan wajah baru kawasan perbatasan Indonesia.

Menurutnya, wilayah perbatasan tidak hanya berfungsi sebagai garis batas negara, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pusat pertumbuhan pariwisata, diplomasi budaya, dan interaksi antarbangsa.

“Festival ini sangat indah. Mengusung tema Dance for Friendship, festival ini menjadi ajang promosi pariwisata perbatasan sekaligus memperkuat persahabatan dan diplomasi budaya di kawasan Indonesia–Timor Leste,” ujar Tito.

Ia juga menilai kehadiran delegasi dari Timor Leste dan Australia menunjukkan bahwa Festival Fulan Fehan semakin dikenal di tingkat internasional dan memiliki potensi besar dalam memperkuat citra pariwisata NTT.

BACA JUGA:  Super Air Jet Tambah Frekuensi Penerbangan Kupang-Jakarta, Inaugural Flight Digelar di Bandara El Tari

Festival Fulan Fehan sendiri merupakan agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Belu yang telah masuk dalam Calendar of Events Kementerian Pariwisata, sebagai bagian dari pengembangan pariwisata lintas batas (cross border tourism).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Ketua Umum TP PKK Pusat, Ketua TP PKK Provinsi NTT, Bupati Belu, perwakilan Pemerintah Timor Leste, Wali Kota Darwin, serta sejumlah pejabat daerah dan tamu undangan lainnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.