Gubernur NTT Tegaskan Gereja Harus Jadi Rumah Doa, Kasih dan Pelayanan

oleh -29 Dilihat
Gubernur NTT Resmikan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Genesaret Danau Ina Lasiana Kota Kupang pada Sabtu, 12 September 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa gereja tidak boleh hanya dipandang sebagai sebuah bangunan fisik, tetapi harus menjadi rumah doa, kasih dan pelayanan bagi umat serta masyarakat di sekitarnya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri penahbisan dan peresmian Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Genesaret Danau Ina, Klasis Kota Kupang Timur, di Lasiana, Kota Kupang pada Sabtu (12/9/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan penahbisan gedung kebaktian bukanlah akhir dari sebuah pembangunan, melainkan awal dari pelayanan yang harus terus dilakukan setiap hari.

“Gedungnya ditahbiskan hari ini, dan pelayanannya dilakukan setiap hari,” ujar Gubernur Melki.

Menurutnya, keberadaan gedung gereja harus memberikan dampak nyata bagi kehidupan jemaat. Gereja diharapkan menjadi tempat nama Tuhan dimuliakan, keluarga diperkuat, anak-anak dibina, generasi muda dipersiapkan, serta masyarakat sekitar merasakan manfaat dari kehadirannya.

Gubernur mengingatkan pesan dalam 2 Tawarikh 7:16 bahwa gedung gereja bukanlah tujuan akhir. Bangunan tersebut merupakan sarana untuk membangun kehidupan umat yang semakin beriman dan menghadirkan pelayanan kepada sesama.

“Kiranya dari tempat ini lahir doa-doa yang menguatkan, keluarga-keluarga yang dipulihkan, anak-anak yang bertumbuh dalam iman, pemuda-pemudi yang memiliki masa depan, serta jemaat yang hadir membawa damai bagi masyarakat,” katanya.

Ia juga mengutip 1 Korintus 3:9 yang menyebut umat sebagai “ladang Allah” dan “bangunan Allah”. Menurut Gubernur, bangunan yang paling indah bukan semata-mata gedung yang berdiri kokoh, melainkan kehidupan manusia yang dibangun di atas iman kepada Tuhan.

Karena itu, Gubernur berharap Gedung Kebaktian GMIT Jemaat Genesaret Danau Ina dapat benar-benar menjadi rumah bagi siapa saja yang membutuhkan penguatan dan kasih.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Dorong Pembaruan Data Warga Miskin, BPPK RI Gelar Riset Nasional

“Saya berharap gedung kebaktian GMIT Jemaat Genesaret Danau Ina ini menjadi rumah doa, rumah kasih, rumah pengharapan, dan rumah pelayanan,” tegasnya.

Gubernur menambahkan, gereja tidak boleh hanya menjadi tempat umat menjalankan ibadah. Gereja juga harus menjadi ruang bagi mereka yang membutuhkan penghiburan, pertolongan, penguatan dan kasih Kristus.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memberikan apresiasi kepada para pelayan Tuhan, panitia pembangunan, jemaat, donatur, pemerintah serta seluruh pihak yang telah bergotong royong sehingga pembangunan gedung kebaktian tersebut dapat diselesaikan dan ditahbiskan.

Menurutnya, peresmian dan penahbisan gedung gereja merupakan kesaksian atas iman, ketekunan, pengorbanan serta semangat persaudaraan dan gotong royong jemaat.

Selain berbicara mengenai pelayanan gereja, Gubernur Melki juga mengajak seluruh jemaat untuk menunjukkan kepedulian terhadap saudara-saudara di Flores yang sedang menghadapi bencana.

Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan masyarakat NTT, ia menyampaikan doa dan penguatan bagi para korban serta keluarga yang terdampak bencana.

“Kita adalah bersaudara, kita adalah sesama Flobamorata. Rasa sakit yang ada di Flores adalah juga rasa sakit dan duka yang kita alami di sini,” ungkapnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat NTT, termasuk jemaat GMIT, untuk terus memperkuat solidaritas, kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Ketika saudara kita menangis, kita hadir. Ketika saudara kita kehilangan, kita berbagi. Ketika saudara kita melalui bencana, kita tidak boleh berdiri jauh dan hanya menyaksikan,” tegasnya.

Gubernur juga mengajak jemaat mendoakan dan menyampaikan belasungkawa bagi dua orang asal NTT yang kehilangan nyawa ketika menjalankan tugas sebagai aparat negara di Tanah Papua.

Menurutnya, semangat peduli dan berbagi harus menjadi bagian dari kehidupan pelayanan gereja. Ia berharap seluruh jemaat GMIT bersama gereja-gereja dan umat beragama lainnya terus membangun budaya kepedulian dan gotong royong bagi masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA:  Kerja Sama Air Bersih Pemprov NTT-Kota Kupang Diharapkan Jadi Role Model Daerah Lain

“Setiap bentuk bantuan memiliki arti ketika diberikan dengan ketulusan dan kasih kepada sesama,” ujarnya.

Gubernur mengatakan Pemerintah Provinsi NTT akan terus mendorong kebersamaan dan kolaborasi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan maupun bencana.

Ia berharap pembangunan NTT tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari semakin kuatnya iman, persaudaraan, kepedulian, solidaritas dan semangat melayani.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur kembali menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Genesaret Danau Ina.

Ia berharap jemaat terus bertumbuh dalam iman, menjadi terang bagi lingkungan sekitar, memancarkan kasih Kristus kepada sesama, serta memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat NTT.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena turut menandatangani prasasti peresmian Gedung Kebaktian Jemaat GMIT Genesaret Danau Ina, Klasis Kota Kupang Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.