Gubernur NTT Tekankan Peran Gereja dan Keluarga Hadapi HIV/AIDS di Masa Adven

oleh -2922 Dilihat
Gubernur NTT Hadiri Pelantikan DPP Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang pada Minggu, 14 Desember 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menekankan pentingnya peran Gereja dan keluarga dalam menghadapi persoalan HIV/AIDS, khususnya di kalangan anak dan remaja, sebagai bagian dari penghayatan masa Adven. Menurutnya, Adven tidak hanya dimaknai sebagai masa penantian, tetapi sebagai panggilan iman untuk menghadirkan kasih dan keselamatan Kristus melalui tindakan nyata.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Pelantikan Dewan Pastoral Paroki (DPP) St. Yoseph Naikoten Kupang dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni pada Minggu (14/12/2025), pukul 09.00 WITA, di Gereja Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang.

Dalam kesempatan itu, Gubernur mengajak Gereja dan seluruh umat Katolik untuk menjadikan masa Adven sebagai momentum pelayanan yang berbuah, penguatan keluarga, serta perlindungan terhadap perempuan, anak, dan generasi muda dari berbagai persoalan sosial, termasuk ancaman HIV/AIDS yang kian mengkhawatirkan di NTT.

“Iman tidak boleh berhenti pada kata-kata. Iman harus diwujudkan dalam pelayanan nyata yang menyentuh persoalan hidup umat, termasuk persoalan sosial yang mengancam masa depan anak-anak kita,” ujar Gubernur mengacu pada Injil Matius 11:2-11.

Gubernur secara khusus menyoroti meningkatnya kasus HIV/AIDS di NTT yang dalam beberapa kasus telah menjangkau anak-anak usia remaja bahkan usia sekolah menengah pertama (SMP). Kondisi ini, menurutnya, menjadi alarm serius bagi Gereja, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat pendidikan iman, moral, serta pendampingan berkelanjutan bagi anak dan remaja.

“Kita sedang menghadapi kenyataan yang sangat memprihatinkan, ketika HIV/AIDS sudah menyentuh anak-anak usia sekolah. Keluarga harus kembali menjadi benteng pertama dalam pendidikan iman dan moral,” tegasnya.

Selain isu HIV/AIDS, Gubernur juga menyinggung tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga serta kekerasan terhadap perempuan dan anak yang berdampak luas pada persoalan sosial dan hukum. Ia menyebutkan bahwa sebagian besar penghuni lembaga pemasyarakatan merupakan pelaku kekerasan dalam rumah tangga, sehingga upaya pencegahan harus dimulai dari pembentukan keluarga yang harmonis, penuh kasih, dan berlandaskan nilai iman.

Dalam konteks pelayanan pastoral, Gubernur mendorong Gereja untuk berperan aktif dalam memperkuat kemandirian ekonomi keluarga melalui pengembangan UMKM umat, koperasi paroki, serta gerakan ekonomi berbasis komunitas seperti One Village One Product (OVOP) dan One Church One Product (OCOP). Produk-produk umat diharapkan dapat dipasarkan melalui NTT Mart, Dapur Flobamora, serta berbagai jejaring ekonomi rakyat lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Emanuel Melkiades Laka Lena juga dilantik sebagai Penasihat Dewan Pastoral Paroki St. Yoseph Naikoten Kupang. Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan dalam kapasitas sebagai pejabat pemerintahan, melainkan sebagai umat Paroki St. Yoseph Naikoten dan saudara seiman yang terpanggil untuk melayani.

Sementara itu, dalam khotbahnya, Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, menegaskan bahwa masa Adven adalah masa sukacita sekaligus perutusan. Pelantikan Dewan Pastoral Paroki, menurutnya, bukan sekadar pengangkatan pengurus, tetapi panggilan rohani untuk menghadirkan Kristus melalui pelayanan yang penuh kasih.

“Sukacita Adven bukan hanya perasaan, tetapi sebuah misi. Kita dipanggil bukan hanya mengatur kegiatan Gereja, melainkan menjadi tanda kehadiran Kristus ketika kita melayani dengan kasih,” tegas Uskup Agung Kupang.

Menutup arahannya, Gubernur juga mengajak umat untuk menata kehidupan dan lingkungan menjelang musim hujan dengan menjaga kebersihan, merawat saluran air, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong sebagai wujud tanggung jawab iman terhadap ciptaan Tuhan.

Pelantikan DPP St. Yoseph Naikoten Kupang ini menjadi momentum perutusan Gereja untuk semakin hadir, beriman, peduli pada keluarga, serta aktif melindungi generasi muda dari kekerasan dan HIV/AIDS, sebagai wujud nyata penghayatan iman di masa Adven. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.