Hadiri Festival Olang Mangsari 2025 di Alor, Wagub NTT Dorong Pelestarian Budaya dan Pengembangan Pariwisata

oleh -1313 Dilihat
Wagub NTT Didampingi Bupati Alor Menyalami Masyarakat. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kalabahi-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma didampingi Ibu Vera Asadoma menghadiri Festival Olang Mangsari Tahun 2025 yang berlangsung di Pantai Vetabang, Pulau Pura, Kabupaten Alor pada Kamis (19/6/2025). Festival budaya tahunan ini menjadi momentum penting dalam pelestarian warisan budaya lokal sekaligus penguatan potensi pariwisata daerah.

Wagub bersama rombongan tiba di Bandara Mali Alor pukul 09.55 WITA dan disambut langsung oleh Bupati Alor, Iskandar Lakamau bersama unsur Forkopimda Kabupaten Alor. Rombongan Wagub juga turut didampingi sejumlah pejabat Pemprov NTT, di antaranya Kadis PUPR Benyamin Nahak, Kadis Perindag Sony Libing, Kadis Kelautan dan Perikanan Sulastri Rasyid, Kadis PMD Viktor Manek, Kaban Pendapatan dan Aset Daerah Alex Lumba, serta Karo Umum Agus Sigasare.

Setibanya di Pulau Pura, rombongan disambut secara adat oleh para tetua dan tokoh masyarakat setempat. Wagub Johni dikalungkan selendang, topi, dan tas adat khas Alor sebagai bentuk penghormatan.

Tradisi Lokal yang Perlu Dilestarikan

Festival Olang Mangsari sendiri diinisiasi oleh Jemaat Elim Dadi Bira bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan NTT, sebagai upaya memperkenalkan serta melestarikan tradisi budaya masyarakat Pulau Pura. Dalam sambutannya, Wagub Johni Asadoma mengapresiasi penyelenggaraan festival dan menegaskan pentingnya menjadikan tradisi ini sebagai bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat berbasis budaya.

“Festival ini sangat penting karena merupakan warisan budaya yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi penerus. Selain mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan, ini juga menjadi sarana promosi hasil pertanian, perikanan, peternakan, serta UMKM lokal,” ujar Wagub Johni.

Ia menyarankan agar festival ini diselenggarakan secara lebih meriah dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk anak-anak sekolah yang dapat dilibatkan dalam kreasi seni dan keterampilan tangan yang dipamerkan dalam kegiatan tahunan tersebut.

“Olang Mangsari” Simbol Pencarian Kehidupan

Wagub Johni juga mengungkapkan makna filosofis dari “Olang Mangsari” yang berarti “Mencari Kehidupan”. Ia mengajak semua pihak, termasuk para tokoh diaspora Pulau Pura, untuk ikut memajukan festival ini agar bisa mencapai skala nasional bahkan internasional.

“Kita perlu penelitian untuk identifikasi spot-spot terbaik di Pulau Pura yang bisa dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Promosi lewat media sosial dan keterlibatan diaspora akan menjadi kekuatan besar dalam mengenalkan potensi pariwisata Pulau Pura ke dunia,” tambahnya.

Pesan Bupati Alor: Festival Ini Perlu Dimuat dalam Kurikulum Lokal

Dalam sambutannya, Bupati Alor Iskandar Lakamau menyampaikan bahwa Pulau Pura memiliki nilai budaya dan alam yang luar biasa, meski tantangan geografis cukup besar.

“Pulau ini memiliki lebih banyak batu daripada tanah, namun Tuhan memberikan hikmat bagi masyarakat untuk tetap hidup dari laut, tanah, dan tumbuhan. Festival ini adalah bentuk rasa syukur atas anugerah itu,” ujar Bupati Iskandar.

Ia mengusulkan agar sejarah dan filosofi dari Festival Olang Mangsari dapat didokumentasikan dan dijadikan bahan ajar dalam muatan lokal sekolah-sekolah di Alor.

Pembukaan Festival

Festival Olang Mangsari 2025 secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Johni Asadoma, didampingi Bupati Alor dan unsur Forkopimda. Acara turut dihadiri Ketua Sinode GMIT Samuel Pandie, perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, TP-PKK Kabupaten Alor, pimpinan perangkat daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat Pulau Pura.

Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mendukung pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, menuju NTT yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan..***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.