Hadiri PISMA X UNWIRA, Serena Francis Ajak Mahasiswa Padukan Teknologi dan Budaya Lokal

oleh -88 Dilihat
Wawali Kupang Buka Kegiatan Opening Ceremony Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) X Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis menghadiri Opening Ceremony Pekan Ilmiah dan Seni Mahasiswa (PISMA) X Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang yang berlangsung di Ballroom Hendrikus, Lantai 4 Gedung Rektorat UNWIRA pada Senin (18/5/26).

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta semangat kolaborasi dalam bidang ilmiah dan seni. Turut hadir dalam acara tersebut Rektor UNWIRA Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, para Wakil Rektor, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Ni Luh Putu Sri Sandhi, para dekan, ketua program studi, serta jajaran dosen.

Dalam sambutannya, Serena Francis mengapresiasi seluruh panitia dan mahasiswa yang telah menyelenggarakan PISMA X sebagai wadah pengembangan kreativitas generasi muda. Ia menilai satu dekade perjalanan PISMA menunjukkan konsistensi mahasiswa UNWIRA dalam berkarya dan berinovasi.

Menurutnya, tema yang diusung dalam PISMA X sangat relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di tengah pesatnya kemajuan teknologi dan Artificial Intelligence. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa Nusa Tenggara Timur memiliki kekayaan budaya dan pengetahuan lokal yang harus tetap dijaga dan dikembangkan.

“Ketika teknologi dipadukan dengan budaya lokal, maka akan lahir karya-karya besar yang mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.

Serena juga menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Ia mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi penonton dalam arus perubahan, tetapi tampil sebagai pelaku utama pembangunan.

“Jadilah pencipta perubahan, bukan sekadar penumpang perubahan. Kota Kupang dan NTT membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, serta mampu menghadirkan solusi nyata,” tegasnya.

Ia turut mengapresiasi berbagai lomba yang digelar dalam PISMA X, mulai dari debat ilmiah, inovasi digital, business plan, hingga seni dan budaya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus kreativitas.

BACA JUGA:  Sepak Bola NTT Menuju Industri Olahraga, Gubernur Melki Beri Lampu Hijau

Sementara itu, Rektor UNWIRA Kupang, Pater Dr. Stefanus Lio, mengatakan bahwa PISMA bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga sarana membangun kreativitas, intelektualitas, solidaritas, dan karakter generasi muda.

“Kegiatan ini menghadirkan dua kekuatan besar manusia, yakni ilmu pengetahuan dan seni. Ilmu membentuk pola pikir yang kritis dan rasional, sementara seni membentuk kepekaan rasa dan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.

Dia berharap seluruh peserta dapat menjadikan PISMA sebagai ruang belajar, berkompetisi secara sehat, serta terus berani berpikir besar dan menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Opening Ceremony PISMA X UNWIRA berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi diri sekaligus memperkuat budaya akademik dan kreativitas di lingkungan kampus. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.