Hadiri Tahbisan Episkopal Mgr. Yohanes Hans Monteiro, Gubernur Melki: Gereja Harus Berpihak pada Kaum Marginal

oleh -586 Dilihat
Gubernur Melki Didampingi Ketua DPRD NTT, Uskup Larantuka Ketua Konferensi Waligereja Indonesia dan Tamu Undangan. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Larantuka-Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menghadiri tahbisan episkopal Yohanes Hans Monteiro sebagai Uskup Keuskupan Larantuka, yang berlangsung di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, Selasa (11/2/2026).

Mgr. Yohanes Hans Monteiro ditahbiskan setelah sebelumnya ditunjuk oleh Paus Leo XIV pada 22 November 2025. Bertindak sebagai Uskup Penahbis adalah Fransiskus Kopong Kung, didampingi Paulus Budi Kleden dan Ewaldus Martinus Sedu.

Dalam sambutannya pada resepsi tahbisan, Gubernur Melki menegaskan bahwa Gereja harus tetap berpihak kepada kaum kecil atau marginal dan mereka yang menderita.

Ia mengutip kembali pesan yang mengemuka dalam bacaan dan homili misa tahbisan, bahwa harta karun Gereja bukanlah mereka yang berkelebihan, melainkan orang-orang yang susah, miskin, dan terpinggirkan.

“Harta karun Gereja adalah orang-orang yang susah. Kita sering kali melupakan hal ini. Tahbisan hari ini mengingatkan kita semua untuk menjadi satu kawanan yang selalu berbela rasa dan peduli satu sama lain,” ungkap Gubernur Melki.

Ia juga mengajak seluruh umat untuk menghayati moto episkopal Mgr. Hans Monteiro, Unum corpus, unus spiritus, una spes-satu tubuh, satu roh, satu harapan-sebagai panggilan untuk memperkuat persatuan dan solidaritas.

Menurut Gubernur Melki, Gereja Katolik memiliki peran strategis dalam pembangunan NTT, mengingat lebih dari separuh penduduk NTT beragama Katolik. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan Gereja dinilai penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai pemerintah Provinsi NTT, kami melihat Gereja Katolik sebagai salah satu pilar penting pembangunan daerah. Kita berharap kerja sama yang baik ini terus terjalin demi NTT yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Sementara itu, Mgr. Yohanes Hans Monteiro dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas rahmat tahbisan yang diterimanya. Ia menegaskan bahwa tahbisan episkopal bukanlah sebuah kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk melayani umat Allah.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Dorong Pemanfaatan Lahan Tidur dan Hilirisasi Pertanian Tingkatkan Nilai Tambah

“Dengan hati penuh syukur dan kerendahan hati, saya berdiri di hadapan Anda sekalian sebagai seorang Uskup yang baru ditahbiskan, bukan oleh kehendak saya sendiri, melainkan oleh panggilan dan rahmat Allah melalui Gereja-Nya,” tuturnya.

Dia juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan Katedral Larantuka, tempat ia menerima berbagai sakramen sejak kecil hingga ditahbiskan sebagai imam.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Antonius Subianto Bunjamin, dalam kesempatan tersebut mengingatkan umat untuk menjaga persatuan dan mewaspadai potensi perpecahan dari dalam.

Perayaan tahbisan episkopal ini dihadiri ribuan umat dari berbagai daerah, para uskup se-Indonesia, perwakilan pemerintah pusat dan daerah, serta tokoh masyarakat, menandai momentum penting bagi Keuskupan Larantuka dan umat Katolik di NTT. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.