IDI NTT Kerahkan Puluhan Tenaga Medis, Buka Posko hingga Siapkan Trauma Healing Korban Gempa Flores

oleh -66 Dilihat
Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Stefanus Soka. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bergerak cepat menangani dampak gempa bumi Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Sejak hari pertama bencana, IDI Wilayah NTT langsung melakukan rapat koordinasi untuk menyiapkan langkah penanganan medis bagi masyarakat terdampak. Organisasi profesi dokter itu kemudian mengerahkan tenaga medis, membuka posko bantuan hingga menyiapkan program trauma healing bagi para korban.

Ketua IDI Wilayah NTT, dr. Stefanus Soka, SpB, MKM, mengatakan rapat koordinasi dilakukan pada sore hari setelah gempa terjadi dengan melibatkan pengurus IDI serta berbagai perhimpunan dokter spesialis.

“Pada saat terjadi gempa tanggal 15 Agustus, kami langsung melakukan rapat koordinasi tanggal 15 sore,” ujar Stefanus didampingi Koordinator Penanganan Bencana Gempa Flores sekaligus Seksi Pengabdian Masyarakat IDI Wilayah NTT, dr. Imelda Ora, M.Biomed, Sp.N, dan Wakil Ketua IDI NTT, dr. Syeben Hietingwati, MSi Med, SpPA pada Jumat, 11 September 2026.

Dari hasil koordinasi tersebut, IDI NTT memutuskan untuk segera mengirimkan tenaga dokter spesialis ke wilayah terdampak. Sebanyak lima dokter spesialis ditugaskan, terdiri dari dokter spesialis bedah tulang, dua dokter spesialis bedah umum, dokter spesialis emergency, dan dokter spesialis anestesi.

Menurut Stefanus, keputusan tersebut diambil karena kondisi pascagempa diperkirakan akan dipenuhi kasus trauma sehingga membutuhkan penanganan medis secara cepat.

Dalam proses pemberangkatan, IDI NTT mendapat dukungan dan fasilitasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah provinsi dan Dinas Kesehatan. Beberapa dokter bahkan berhasil tiba di wilayah terdampak dalam waktu kurang dari 24 jam untuk memberikan pertolongan kepada pasien trauma.

Selain mengirim tenaga medis, IDI NTT juga melakukan penggalangan dana dan membuka posko di wilayah terdampak. Posko tersebut berada di Ruteng dan Nagekeo untuk memastikan bantuan dapat didistribusikan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

BACA JUGA:  Gubernur NTT Tutup Kejurda Drag Bike 2025 di Sumba Timur: Ajang Sport Tourism dan UMKM Berpadu Sempurna

Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa obat-obatan, tetapi juga selimut, terpal, sembako, beras, susu bayi hingga genset.

“Dalam kondisi bencana ini salah satu kendala adalah bagaimana mendistribusikan. Bukan hanya bagaimana menyediakan bantuan, tetapi bagaimana mendistribusikan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan di lapangan, IDI NTT juga menggandeng IDI cabang di daerah terdampak serta para relawan. Mereka membantu memetakan kebutuhan, menginformasikan lokasi warga terdampak dan mendistribusikan bantuan.

IDI NTT juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan di daerah terdampak untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut datang dari berbagai jaringan IDI. Pengurus Besar IDI turut memberikan bantuan anggaran, demikian pula sejumlah IDI wilayah dan cabang dari luar NTT, termasuk Jawa Timur, Bali, Lombok hingga Aceh.

Bahkan, IDI Aceh Tamiang yang sebelumnya juga menghadapi bencana banjir turut memberikan bantuan sebagai bentuk solidaritas antardaerah.

Selain itu, sejumlah perhimpunan dokter turut memberikan dukungan. Perhimpunan dokter mata, dokter saraf dan perhimpunan lainnya memberikan bantuan sekitar Rp250 juta dalam bentuk barang serta peralatan operasi.

Dukungan juga datang dari Yayasan Kita Bisa yang membantu memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat melalui IDI NTT, terutama obat-obatan dan kebutuhan logistik.

Memasuki minggu kedua penanganan bencana, IDI NTT kembali memperkuat pelayanan dengan mengirimkan tim sebanyak 20 orang yang terdiri dari tenaga medis dan perawat untuk membantu pelayanan di wilayah Nagekeo.

Sementara itu, ketika wilayah Palue sempat terisolasi, jaringan IDI melalui cabang Maumere juga bergerak menembus wilayah tersebut menggunakan kapal untuk memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.

Kini, memasuki minggu keempat masa tanggap darurat, IDI NTT mulai mempersiapkan tahapan pemulihan psikologis bagi korban bencana.

BACA JUGA:  PT Soe Mandiri Sejahtera dan PT Alam Indah Berbagi Berkat untuk Anak Panti Bhakti Luhur Kupang

Dia  mengatakan pihaknya menggandeng Pramuka dan Rumah Sakit Johanes Kupang dalam pelaksanaan trauma healing.

Menurutnya, keterbatasan jumlah dokter jiwa dan psikolog menjadi salah satu alasan IDI menggandeng Pramuka yang memiliki anggota cukup banyak dan tersebar hingga ke wilayah terdampak bencana.

“Untuk proses kegiatan trauma healing ini teman-teman dokter jiwa ataupun psikolog terbatas, sementara posko banyak,” katanya.

Karena itu, IDI memberikan pembekalan kepada anggota Pramuka mengenai konsep trauma healing agar mereka dapat membantu melaksanakan kegiatan pemulihan psikologis secara lebih luas.

Pelatihan tersebut telah dilaksanakan pada 9 September 2026 dan difasilitasi oleh Diklat Rumah Sakit Johanes Kupang bersama dokter jiwa.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Pramuka diberikan pemahaman mengenai konsep trauma healing dan selanjutnya diharapkan dapat menyusun kegiatan sesuai pendekatan kepramukaan yang bersifat menghibur, rekreatif dan membangun kembali semangat anak-anak maupun masyarakat terdampak.

IDI NTT menargetkan kegiatan trauma healing mulai dilaksanakan paling lambat 12 September 2026 di sejumlah wilayah terdampak.

Rangkaian aksi tersebut menunjukkan bahwa respons IDI NTT terhadap gempa Flores tidak hanya berfokus pada penanganan pasien dan kasus trauma pada fase awal bencana, tetapi berlanjut pada pemenuhan kebutuhan logistik, penguatan tenaga kesehatan hingga pemulihan psikologis masyarakat.

Stefanus menegaskan, seluruh langkah tersebut juga merupakan bentuk tanggung jawab dan transparansi IDI NTT kepada para pihak yang telah memberikan dukungan serta bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.