Inflasi di NTT Terkendali, Daya Beli Masyarakat Terjaga

oleh -2646 Dilihat
Gubernur Didampingi Wagub NTT Bersama Kepala BI Perwakilan NTT di Acara HLM TPID Provinsi NTT Tahun 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, didampingi Wakil Gubernur Johni Asadoma, membuka secara resmi High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTT yang berlangsung di Hotel Neo Aston Kupang, Selasa (15/07/2025). Kegiatan ini mengusung tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan Pangan untuk Ekonomi NTT yang Tumbuh Kuat dan Berkelanjutan.”

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi atas keberhasilan NTT menjaga laju inflasi di bawah rata-rata nasional.

“Kita patut bersyukur, inflasi NTT sampai dengan Juni 2025 tetap terkendali di angka 1,72 persen (yoy), lebih rendah dari inflasi nasional sebesar 1,87 persen. NTT kini berada di peringkat ke-17 provinsi dengan inflasi terendah di Indonesia,” ujar Gubernur Melki.

Ia menekankan bahwa menjaga stabilitas inflasi tidak cukup hanya dengan pengawasan harga, tetapi perlu strategi yang menyentuh akar produksi dan distribusi pangan. Salah satunya adalah Gerakan Menanam Tanaman Cepat Panen di pekarangan rumah.

Gubernur juga mendorong hilirisasi produk pertanian, peternakan, dan perikanan untuk meningkatkan nilai tambah melalui program One Village One Product (OVOP), yang kini dikembangkan menjadi One Community One Product.

“Kita harus hentikan ekspor produk mentah. Produk lokal harus dipasarkan melalui NTT Mart. Gerakan Beli NTT dan contoh seperti GG Mart yang digagas GMIT dan BI perlu direplikasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Gubernur menyebut langkah ini sejalan dengan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang bisa memberdayakan petani, peternak, dan nelayan lokal sebagai penyedia bahan pangan melalui Koperasi Merah Putih.

BI: NTT Kini Masuk 5 Provinsi Inflasi Terendah Nasional

Kepala BI Perwakilan NTT, Agus Sistyo Widjajati, menyebut capaian inflasi di bawah 2 persen menjadikan NTT salah satu dari lima provinsi dengan inflasi terendah se-Indonesia. Namun ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap tren inflasi di lima kota indikator: Kota Kupang, Ngada, TTS, Maumere, dan Waingapu.

BACA JUGA:  Dari Kebun Sekolah ke Ketahanan Pangan, Gubernur Melki Hadiri Panen Perdana Cabai di Kupang Kupang

Agus menyebut lima komoditas penyumbang inflasi utama di NTT adalah beras, aneka cabai, bawang merah, kopi bubuk, dan aneka ikan.

“Strategi pengendalian inflasi harus mencakup penerapan teknologi pertanian modern, peningkatan kapasitas SDM, hilirisasi produk, serta penyiapan pasar,” tegas Agus.

NTT Punya Potensi Besar Menuju Swasembada

Deputi III Badan Pangan Nasional, Andriko Noto Susanto, yang hadir secara daring, menyatakan bahwa NTT memiliki potensi besar untuk menjadi daerah swasembada pangan.

Ia menyebut empat potensi utama: pengelolaan 384.951 hektar lahan basah, 1,84 juta hektar lahan kering, 100.000 hektar lahan pertanian modern, dan 10.000 hektar tambak garam.

“NTT punya semua faktor yang dibutuhkan untuk kemandirian pangan, tinggal dimaksimalkan demi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Penyediaan dan Penyaluran Badan Pangan Nasional, Suardi Samirah, menegaskan bahwa ketahanan pangan adalah pilar utama untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

“Kami mendukung penuh program OVOP, Gerakan Beli NTT, dan NTT Mart. Ini akan ciptakan lapangan kerja baru dan penguatan ekonomi lokal,” jelas Suardi.

Pemerintah Pusat Siapkan Stimulus Ekonomi Nasional

Ferry Irawan, Deputi Kementerian Koordinator Perekonomian, mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai stimulus jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat, termasuk:

  • Diskon transportasi selama libur sekolah,
  • Diskon tol 20% (Juni–Juli 2025),
  • Penebalan bantuan sosial (tambahan sembako dan bantuan pangan),
  • Bantuan Subsidi Upah (BSU),
  • Diskon iuran JKN untuk pekerja sektor padat karya.

Sinergi Semua Pihak

Hadir dalam acara ini unsur Forkopimda Provinsi NTT, pimpinan instansi vertikal, OPD kabupaten/kota, perbankan, dan akademisi.

Gubernur Melki menutup sambutannya dengan ajakan penuh semangat:

“Mari bersinergi menjaga inflasi dan memperkuat ekonomi daerah dengan semangat Ayo Bangun NTT!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.