Jangan Tunggu Banjir, Pemkot Kupang Ajak Warga Biasakan Hidup Bersih dan Jaga Lingkungan

oleh -384 Dilihat

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang terus mendorong kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di wilayah sungai.
Melalui kegiatan aksi bersih Sungai Dendeng, warga diajak untuk tidak menunggu bencana seperti banjir baru kemudian peduli terhadap kondisi lingkungan.

Asisten I Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Hengky C. Malelak, yang mewakili Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi menjadi ajakan moral bagi seluruh masyarakat untuk memperbaiki hubungan dengan lingkungan.

“Jangan menunggu sungai kotor baru kita peduli, jangan menunggu banjir baru kita sadar. Mulailah dari hal sederhana seperti tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sungai,” ujar Hengky dalam kegiatan tersebut pada Selasa, 26 Mei 2026.

Ia menekankan bahwa sungai bukanlah tempat pembuangan sampah, melainkan urat nadi kehidupan kota. Dari sungai, air mengalir dan menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat. Kerusakan sungai, lanjutnya, akan berdampak langsung pada kehidupan dan masa depan generasi mendatang.

Hengky juga mengungkapkan bahwa persoalan sampah tidak hanya berdampak pada lingkungan darat, tetapi juga berimbas hingga ke laut. Ia mencontohkan keluhan nelayan yang kini harus melaut lebih jauh akibat berkurangnya hasil tangkapan ikan yang dipengaruhi oleh pencemaran sampah di pesisir.

“Kalau sungai tidak kita jaga, sampah akan terbawa sampai ke laut. Ini yang kemudian menjadi beban bagi nelayan kita, karena daya tangkap ikan semakin jauh,” jelasnya.

Menurutnya, menjaga kebersihan sungai merupakan tanggung jawab bersama lintas generasi. Ia mengutip pesan bijak bahwa manusia tidak mewarisi bumi dari nenek moyang, melainkan meminjamnya dari anak cucu.

Pemerintah Kota Kupang, kata dia, terus mendorong pembangunan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Namun, upaya tersebut tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan semua pihak.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Gandeng BPKP Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Transparan dan Akuntabel

“Pemerintah butuh kolaborasi dengan seluruh stakeholder, mulai dari masyarakat, komunitas, dunia usaha, tokoh agama, hingga anak muda,” tambahnya.

Ia juga meminta para camat dan lurah yang berada di sepanjang aliran sungai untuk terus melakukan sosialisasi kepada warga agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke sungai.

Kegiatan bersih Sungai Dendeng ini diharapkan menjadi langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, namun mampu memberikan dampak besar dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Kalau kita ingin Kota Kupang menjadi kota yang nyaman, sehat, dan berdaya saing, maka salah satu syarat utamanya adalah lingkungan yang terjaga,” pungkasnya. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.