Suarantt.id, Kupang-Ancaman kanker serviks dan kanker payudara terhadap perempuan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Kupang. Pemkot Kupang bersama Tim Penggerak PKK Kota Kupang memperkuat upaya pencegahan melalui sosialisasi serta pemeriksaan gratis bagi perempuan.
Kegiatan skrining tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, di RSUD S.K. Lerik, Rabu (12/8/2026). Pemeriksaan meliputi Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test) untuk mendeteksi dini kanker serviks serta Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis/CBE).
Serena menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika masyarakat sudah jatuh sakit. Menurutnya, pendekatan kesehatan harus bergeser dari sekadar mengobati menjadi mencegah dan mendeteksi penyakit sedini mungkin.
“Pemerintah hadir bukan hanya ketika masyarakat sakit. Pemerintah juga harus hadir lebih awal untuk mencegah, mendeteksi, dan melindungi. Ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi ikhtiar kita untuk menemukan lebih awal, menangani lebih cepat, dan menyelamatkan lebih banyak perempuan,” tegas Serena.
Ia mengatakan, salah satu tantangan dalam pencegahan kanker adalah kebiasaan masyarakat yang masih menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan diri.
Karena itu, Pemkot Kupang mendorong perempuan agar berani melakukan pemeriksaan secara berkala. Pemeriksaan kesehatan reproduksi, kata Serena, tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan ataupun memalukan.
Program tersebut juga dilengkapi dengan skema skrining terpadu. Peserta yang memperoleh hasil positif akan mendapatkan penanganan awal berupa terapi kriyo (cryotherapy). Sementara peserta dengan hasil negatif yang memenuhi kriteria usia dan ketentuan medis dapat mengikuti vaksinasi HPV secara gratis.
Serena menegaskan, perhatian Pemkot Kupang terhadap kesehatan perempuan tidak berhenti pada skrining kanker. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah juga menjalankan sejumlah program yang menyasar kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan perempuan.
Salah satunya melalui program Ina Kasih, yang telah menyalurkan bantuan pembalut kepada sekitar 1.275 perempuan yang membutuhkan. Pemkot Kupang juga memastikan akses pelayanan kesehatan melalui skema Universal Health Coverage (UHC) agar keterbatasan biaya tidak menjadi alasan masyarakat menunda pengobatan.
“Ketika perempuan berdaya dan sehat, maka rumah tangga, keluarga, dan Kota Kupang akan bergerak jauh lebih maju,” ujar Serena.
Ketua Pokja 4 TP PKK Provinsi NTT, dr. Yusi Kusumawardhani, mengapresiasi kolaborasi Pemkot Kupang, TP PKK Kota Kupang dan RSUD S.K. Lerik dalam memperluas akses deteksi dini kanker.
Menurutnya, kanker leher rahim dan kanker payudara masih menjadi ancaman serius bagi perempuan. Namun, peluang keberhasilan penanganan akan jauh lebih besar apabila penyakit ditemukan pada stadium awal.
“Kita harus bersama-sama mengikis stigma bahwa pemeriksaan kesehatan reproduksi adalah sesuatu yang menakutkan atau memalukan,” kata dr. Yusi.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan ASN perempuan dan istri ASN sebagai peserta skrining. Mereka diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan.
Sementara itu, ASN pria juga didorong mengambil peran dengan memberikan dukungan kepada keluarga maupun rekan kerja perempuan agar berani melakukan skrining.
Untuk memperluas jangkauan pelayanan, TP PKK Provinsi NTT meminta seluruh kepala puskesmas di Kota Kupang mereplikasi kegiatan skrining secara berkesinambungan di wilayah kerja masing-masing.
Usai membuka kegiatan, Serena bersama Ketua TP PKK Kota Kupang Ny. Widya Christian Widodo, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang drg. Retnowati, Ketua DWP Kota Kupang Ny. Elisa Pelt-Lumban Tobing serta jajaran terkait meninjau langsung pelayanan IVA Test dan Sadanis di RSUD S.K. Lerik.
Rombongan memastikan kesiapan prosedur medis, peralatan terapi kriyo serta tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan kepada peserta.
Serena juga meninjau sejumlah fasilitas perawatan dan menyempatkan diri menyapa pasien di ruang rawat inap sebagai bentuk dukungan moral.
Langkah tersebut menegaskan komitmen Pemkot Kupang untuk memperkuat layanan kesehatan preventif. Pesannya jelas: kanker tidak boleh menunggu sampai parah untuk dilawan, dan deteksi dini menjadi salah satu senjata utama menyelamatkan perempuan. ***





