Suarantt.id, Kupang-Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang mencatat sebanyak 173 kasus baru HIV/AIDS sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 129 orang adalah laki-laki, dan sebagian di antaranya tertular melalui hubungan laki-laki dengan laki-laki (LSL).
Data tersebut disampaikan oleh Sekretaris KPA Kota Kupang, Julius Tanggu Bore atau yang akrab disapa Jems Bore, dalam rapat koordinasi bersama para camat dan lurah se-Kota Kupang yang berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada Jumat (7/11/2025).
“Kasus baru HIV/AIDS di Kota Kupang tahun ini mencapai 173 orang. Dari total itu, sebagian besar merupakan kelompok LSL,” ungkap Jems Bore.
Menurutnya, tren peningkatan kasus HIV/AIDS di Kota Kupang harus menjadi perhatian serius dari semua pihak, terutama dalam upaya pencegahan dan edukasi di tingkat masyarakat. Ia menegaskan, tanpa kesadaran kolektif dan keterlibatan lintas sektor, angka penularan baru akan sulit ditekan.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Pelt, meminta KPA untuk memperluas jangkauan sosialisasi hingga ke seluruh klasis di Kota Kupang, agar pesan mengenai bahaya HIV/AIDS dan pentingnya deteksi dini dapat diterima secara merata.
“Tadi Pak Sekda meminta kami dari KPA Kota Kupang agar masuk ke semua klasis untuk melakukan sosialisasi soal HIV/AIDS,” jelas Jems Bore.
Lebih lanjut, Jems Bore menekankan pentingnya edukasi sejak dini kepada anak-anak, termasuk keberanian melapor jika mengalami pelecehan seksual.
“Saya sudah sampaikan kepada anak-anak di sekolah, kalau ada guru yang pegang dada atau kemaluan kalian, segera laporkan,” tegasnya.
Ia menambahkan, saat ini Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah berada dalam zona darurat seksual, sehingga dibutuhkan sinergi kuat antara KPA, lurah, dan camat untuk melindungi generasi muda dari bahaya HIV/AIDS maupun kekerasan seksual.
Selain itu, Jems Bore juga mengajak para orang tua untuk meluangkan waktu 10–15 menit setiap hari berbicara dengan anak-anak tentang bahaya HIV/AIDS dan perilaku berisiko.
“Orangtua harus punya waktu untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak. Berikan juga pujian dan apresiasi agar mereka merasa dihargai,” pesannya.
Melalui kerja sama lintas sektor, pendekatan edukatif, dan peran aktif keluarga, KPA Kota Kupang berharap angka penularan HIV/AIDS dapat ditekan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi semakin meningkat. ***





