Ketika Polisi Juga Menjadi Korban: Kisah Kepedulian Kapolda NTT di Tengah Bencana Gempa Flores

oleh -278 Dilihat
Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko Didampingi Ketua Bhayangkari Temui Anggota Terdampak Gempa Flores. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Ende-Di tengah situasi pascagempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Pulau Flores, perhatian tidak hanya tertuju kepada masyarakat yang menjadi korban. Di balik seragam dan tugas menjaga keamanan, sejumlah personel Polri ternyata juga menghadapi dampak bencana yang sama.

Rumah rusak, tempat tinggal yang tidak lagi nyaman, hingga keluarga yang harus mengungsi menjadi bagian dari persoalan yang dihadapi para anggota Polri terdampak gempa.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat mereka berhenti menjalankan tugas. Di tengah persoalan yang mereka hadapi bersama keluarga, para personel tetap berdiri di garis depan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

Kondisi inilah yang menjadi perhatian Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si.

Bersama Ketua Bhayangkari, Kapolda NTT turun langsung menemui sejumlah personel yang terdampak gempa sekaligus meninjau kondisi rumah mereka, Jumat (28/8/2026).

Kunjungan tersebut bukan sekadar melihat kerusakan bangunan. Lebih dari itu, kehadiran Kapolda menjadi bentuk perhatian institusi terhadap anggota dan keluarganya yang tengah menghadapi masa sulit setelah bencana.

Kapolda ingin memastikan kondisi personel beserta keluarganya dalam keadaan baik serta mengetahui secara langsung kebutuhan mereka pascagempa.

Di sejumlah lokasi, Kapolda melihat kondisi tempat tinggal anggota yang mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Bantuan sembako juga diserahkan langsung kepada keluarga personel sebagai bentuk kepedulian dari keluarga besar Polri.

Bagi para anggota yang setiap hari bertugas membantu masyarakat, perhatian tersebut menjadi penguat bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.

Sebab, ketika gempa terjadi, status sebagai polisi tidak membuat mereka kebal terhadap bencana. Mereka juga memiliki rumah yang harus dilindungi, keluarga yang harus dipastikan keselamatannya dan rasa khawatir yang sama seperti masyarakat lainnya.

BACA JUGA:  Kapolda NTT Sampaikan Duka untuk Korban di Sumba Barat dan Imbau Warga Tak Terprovokasi

Namun, di tengah situasi tersebut, tugas tetap menanti.

Ketika sebagian warga memilih meninggalkan rumah karena khawatir gempa susulan, personel Polri justru harus memastikan keamanan lingkungan. Ketika sebagian masyarakat membutuhkan bantuan, polisi harus hadir untuk memberikan pertolongan.

Di sinilah sisi lain pengabdian para personel Polri terlihat.

Mereka membantu masyarakat dalam kondisi ketika dirinya sendiri juga sedang menghadapi persoalan akibat bencana.

Kapolda NTT menegaskan, perhatian terhadap personel yang terdampak gempa merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolri. Institusi memastikan anggota yang menjadi korban bencana mendapatkan dukungan, termasuk dalam proses pemulihan tempat tinggal yang mengalami kerusakan.

Dukungan juga disiapkan untuk membantu proses renovasi rumah personel yang terdampak sehingga mereka bersama keluarganya dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih layak.

Perhatian tersebut tidak berhenti kepada internal Polri.

Jajaran Polda NTT juga terus diarahkan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa. Patroli dilakukan di rumah-rumah warga yang ditinggalkan akibat bencana untuk memastikan keamanan sekaligus membantu membersihkan rumah yang mengalami kerusakan.

Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat dapat mempersiapkan kembali tempat tinggal mereka sebelum kembali ke rumah setelah kondisi dinyatakan aman.

Di tengah puing-puing bangunan dan ketidakpastian pascagempa, ada sebuah pesan yang ingin disampaikan melalui langkah Kapolda NTT: polisi yang terdampak bencana juga tetap memiliki keluarga besar yang akan berdiri di samping mereka.

Kunjungan Kapolda menjadi bentuk nyata bahwa pengabdian tidak boleh membuat seorang personel merasa sendirian ketika menghadapi musibah.

Mereka memang dituntut untuk kuat ketika masyarakat membutuhkan. Tetapi ketika mereka menjadi korban, institusi juga hadir untuk menguatkan.

Sebab di balik seragam seorang polisi, tetap ada manusia yang memiliki rumah, keluarga, rasa takut dan harapan untuk kembali hidup normal.

BACA JUGA:  Kejagung dan Kejati NTT Salurkan Bantuan Rp640 Juta untuk Korban Gempa Flores

Gempa boleh mengguncang rumah mereka. Namun, kepedulian dan semangat pengabdian di tubuh Polri diharapkan tetap berdiri tegak. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.