KKI 2026 Dorong UMKM NTT Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing di Tengah Pemulihan Pascabencana

oleh -90 Dilihat
BI Gelar Karya Kreasi Indonesia 2026. (Foto Istimewa)

Suarantt.id, Kupang-Bank Indonesia (BI) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Gelaran yang berlangsung pada 20-23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, tersebut menjadi momentum mendorong UMKM untuk bangkit, tangguh, dan semakin berdaya saing, termasuk UMKM dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

KKI 2026 mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” dengan semangat “BeudayaMeusareSare” dari Aceh yang bermakna berdaya dan bersama-sama.

Kegiatan ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming. Turut hadir Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Dalam sambutannya, Destry menegaskan bahwa penguatan UMKM ke depan harus bertumpu pada tiga kata kunci, yakni bangkit, tangguh, dan berdaya saing.

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry saat membuka KKI 2026.

KKI 2026 menjadi ruang sinergi lintas sektor yang melibatkan 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM, memperluas akses pembiayaan, mendorong digitalisasi, sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

Bank Indonesia Provinsi NTT turut mengambil bagian dengan membawa UMKM unggulan daerah untuk memperkenalkan produk terbaiknya di tingkat nasional.

Sebanyak 12 UMKM asal NTT berpartisipasi dalam KKI 2026. Mereka terdiri dari tujuh UMKM kategori wastra serta lima UMKM kategori makanan dan minuman.

Partisipasi tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga menjadi peluang bagi UMKM NTT untuk memperluas jaringan pasar dan membangun koneksi dengan calon mitra usaha.

BI Provinsi NTT juga mendorong perluasan akses pasar melalui business matching ekspor. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka peluang lebih besar bagi produk-produk unggulan NTT untuk menembus pasar internasional.

Selain pelaku UMKM, talenta daerah juga mendapat ruang dalam KKI 2026. Talenta penenun dan barista asal NTT yang telah mencapai tahap final dalam program Citra Nusa dan Cangkir Barista turut tampil dalam ajang tersebut.

Keikutsertaan UMKM NTT dalam KKI 2026 dinilai penting di tengah upaya pemulihan ekonomi pascabencana. Dengan dukungan promosi, pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan pasar, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan, tetapi juga tumbuh menjadi kekuatan ekonomi daerah.

Secara keseluruhan, pameran KKI 2026 di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM secara luring. Sementara melalui platform digital KKI, lebih dari 1.300 UMKM turut berpartisipasi secara daring.

Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Melalui KKI 2026, Bank Indonesia berharap sinergi pemerintah, kementerian/lembaga, perbankan, asosiasi, mitra strategis, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem UMKM yang semakin kokoh.

Bagi UMKM NTT, momentum ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa di tengah tantangan dan dampak bencana, produk lokal tetap mampu bangkit, berkembang, dan bersaing di pasar yang lebih luas.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Pastikan Bank NTT Salurkan KUR Rp 1 Triliun untuk Dukung UMKM dan Program OVOP

UMKM NTT tidak hanya didorong untuk pulih, tetapi juga untuk naik kelas dan menjadi bagian penting dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.