Konflik Adonara Jadi Sorotan, Wagub NTT Dorong Aparat Turun ke Warga: “Sapa dan Dengarkan Mereka”

oleh -7 Dilihat
Wagub NTT Bersama TNI-POLRI dan Instansi Terkait Bahas Konflik Adonara. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Larantuka-Konflik sosial yang masih menjadi tantangan di wilayah Adonara mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma.

Di hadapan para Kapolsek dan Camat se-Adonara, Johni menegaskan bahwa menjaga keamanan tidak cukup hanya dengan mengandalkan tindakan ketika konflik sudah pecah. Aparat dan pemerintah harus hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk membaca setiap potensi persoalan sejak dini.

Pesan tersebut disampaikan Johni Asadoma saat melakukan tatap muka bersama Kapolsek dan para Camat se-Adonara di Desa Sukutokan, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur pada Senin (10/8/2026) malam.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta tokoh masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Adonara.

Johni menegaskan, kemampuan menguasai wilayah bukan semata-mata soal kekuatan aparat, tetapi bagaimana pemerintah dan aparat mampu membangun komunikasi serta kedekatan emosional dengan masyarakat.

“Rumus paling penting di mana pun kita berada adalah menyapa masyarakat, ngobrol bersama mereka, serta mendengar keluhan, harapan, dan mempelajari potensi yang ada,” ujar Johni.

Menurutnya, pendekatan langsung kepada masyarakat menjadi salah satu kunci penting untuk mencegah konflik. Dengan komunikasi yang intensif, aparat dapat memperoleh informasi lebih cepat mengenai dinamika yang berkembang di tingkat bawah.

Bahkan, kata Johni, hal-hal sederhana seperti menyapa pedagang kecil, berbicara dengan warga, serta membangun jejaring informasi dapat menjadi pintu masuk untuk mendeteksi potensi konflik sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

“Ketika ada potensi konflik, kita sudah tahu lebih awal dan bisa segera mengambil langkah preventif dengan menemui tokoh dan ketua adat. Pendekatan ini hanya bisa dilakukan jika kita sudah membangun kedekatan emosional dan rasa saling menghormati,” tegasnya.

BACA JUGA:  Audiensi Taruna Akpol, Gubernur Melki Ajak Generasi Muda NTT Siap Bersaing di Sekolah Kedinasan

Johni juga mengingatkan bahwa tugas pemerintah dan aparat tidak berhenti pada urusan keamanan. Mereka harus mampu melihat persoalan masyarakat secara utuh, termasuk membuka ruang bagi pengembangan ekonomi lokal.

Ia meminta para camat, kapolsek, serta seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya hadir ketika masyarakat menghadapi masalah, tetapi juga aktif mendorong warga agar mampu bekerja dan berkarya secara produktif.

“Tugas kita adalah mengarahkan masyarakat agar bisa bekerja dan berkarya secara produktif. Masa jabatan mungkin terbatas, tetapi legacy atau warisan kebaikan yang kita tinggalkan akan selalu diingat dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara turun-temurun,” pungkasnya.

Dalam dialog tersebut, Camat Adonara, Silvester Seli Tokan, turut memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Salah satunya adalah penanganan konflik suku serta persoalan akses terhadap sejumlah wilayah yang memiliki potensi ekonomi.

Keterbatasan infrastruktur jalan dan fasilitas tambatan perahu menjadi kendala yang ikut menghambat aktivitas masyarakat di sejumlah kawasan, termasuk di Sagu, Kecamatan Adonara.

Menanggapi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyampaikan bahwa ruas jalan provinsi SP Waiwerang–Sagu saat ini dalam proses penyiapan anggaran.

Penanganan juga diarahkan melalui skema long segment, yakni rekonstruksi dan pemeliharaan berkala pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berat.

Pertemuan itu turut dihadiri para Camat se-Adonara, Kapolsek se-Adonara, serta sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Usman Muhamad Tokan (Donnie), Dr. Petrus Keron, Prof. Simon Sabon Ola, Drs. Marsel Tupen Masan, Wilem Wetan Songa, dan Raymundus Penana Nuba.

Usai agenda dialog, Johni Asadoma melanjutkan kebersamaan dengan masyarakat dan para tokoh adat Desa Sukutokan melalui makan malam bersama.

Dalam suasana kekeluargaan tersebut, Wagub NTT kembali membuka ruang komunikasi langsung dengan warga untuk mendengar aspirasi serta berbagai persoalan yang mereka hadapi.

BACA JUGA:  Festival Musim Dingin TTS 2025 di Bukit Fatukolen Meriah, Wagub NTT Puji Kebersamaan dan Kreativitas Warga

Johni dijadwalkan menginap semalam di Desa Sukutokan sebelum melanjutkan agenda kerja berikutnya.

Pesan Johni dari Adonara pun jelas: konflik tidak boleh menunggu sampai meledak. Aparat harus lebih dulu hadir, menyapa, mendengar, dan membaca denyut kehidupan masyarakat dari dekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.