Wali Kota Kupang Tantang Tenaga Pendidik Kuasai Teknologi, Bukan Dikuasai AI

oleh -52 Dilihat
Wali Kota Kupang Hadiri Kegiatan Penyerahan Bantuan Infrastruktur dan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Tenaga Pendidik SD dan SMP Kota Kupang di Hotel Aston Kupang pada Senin, 10 Agustus 2026. ( Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi Artificial Intelligence (AI) oleh para tenaga pendidik di tengah perubahan teknologi yang bergerak semakin cepat.

Pesan tegas itu disampaikan Christian saat menghadiri kegiatan Penyerahan Bantuan Infrastruktur dan Pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi Tenaga Pendidik SD dan SMP Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Aston Kupang, Senin (10/8/26).

Dalam kesempatan tersebut, Christian menegaskan bahwa guru tidak boleh menjadi pihak yang tertinggal dalam menghadapi perkembangan teknologi. Sebaliknya, AI harus dipelajari dan dimanfaatkan sebagai alat untuk memperkuat proses pendidikan.

“Jangan AI yang menguasai kita, tetapi kita yang harus menguasai AI. AI tidak akan menggantikan peran guru, karena guru mendidik dengan hati. AI justru harus menjadi alat yang memperkuat guru,” tegas Christian.

Menurutnya, perkembangan teknologi tidak mungkin dihentikan. Karena itu, pilihan yang paling tepat adalah beradaptasi dan mengarahkan pemanfaatan teknologi untuk kepentingan pendidikan.

Christian mengibaratkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan seperti seorang pelaut yang harus mampu mengubah arah layar ketika angin berubah.

“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa mengubah arah layar kita. Itulah adaptif. Kita harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman supaya tidak ketinggalan,” ujarnya.

Ia meminta para guru SD dan SMP di Kota Kupang tidak melihat AI sebagai ancaman, melainkan sebagai instrumen yang dapat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran.

AI, kata Christian, dapat digunakan untuk membantu guru mencari referensi bahan ajar, mengembangkan ide pembelajaran hingga membuat materi visual yang lebih menarik dan mudah dipahami siswa.

Namun, ia mengingatkan bahwa teknologi tetap harus ditempatkan sebagai alat bantu. Peran guru sebagai pendidik tidak dapat digantikan oleh mesin karena pendidikan tidak hanya berkaitan dengan transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter dan sentuhan manusia.

BACA JUGA:  Wamen PANRB Puji Inovasi Pemkot Kupang, dari Musrenbang hingga Layanan Kesehatan Gratis

40 Komputer untuk Sekolah

Komitmen memperkuat transformasi digital pendidikan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Pemerintah Kota Kupang dengan PT Telkom Indonesia.

Dalam kegiatan itu, Telkom memberikan dukungan infrastruktur digital berupa 40 unit komputer untuk 40 sekolah, sekaligus menyelenggarakan pelatihan AI bagi tenaga pendidik.

Christian mengapresiasi dukungan tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi semakin penting, terutama ketika pemerintah menghadapi tantangan efisiensi anggaran.

Ia menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melakukan inovasi.

Berbagai pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha, masyarakat, komunitas hingga lembaga lainnya, harus mengambil bagian dalam membangun Kota Kupang.

“Kalau ingin berjalan cepat, berjalanlah sendirian. Tetapi kalau ingin berjalan jauh, berjalanlah bersama-sama. Hari ini adalah wujud nyata bahwa kita memilih untuk berjalan bersama,” ungkapnya.

Bagi Christian, bantuan komputer dan pelatihan AI bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut merupakan bagian dari investasi jangka panjang terhadap sumber daya manusia.

Ia menilai pembangunan Kota Kupang tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi harus berjalan beriringan dengan pembangunan manusia.

“Dengan berinvestasi pada manusia, kita sedang menjaga masa depan bangsa. Dari tangan para guru hari ini, kelak akan lahir dokter, pengacara, pilot, ASN, TNI-Polri, dan berbagai profesi hebat lainnya,” katanya.

Telkom Dorong Ekosistem Digital Berkelanjutan

Sementara itu, Manager General Support Divisi Telkom Regional III, Nugroho Adi Pracoyo, MM., mengatakan Telkom berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong transformasi digital.

Ia menjelaskan, kontribusi Telkom tidak hanya diarahkan pada sektor pendidikan, tetapi juga berbagai aspek pembangunan lainnya.

Sebagai perusahaan BUMN di bidang telekomunikasi, Telkom memiliki tanggung jawab sosial untuk berkontribusi melalui berbagai bidang, termasuk pendidikan, sosial, lingkungan dan ekonomi.

BACA JUGA:  Pemkot Kupang Siap Dukung Lomba Robotik Perdana, Wali Kota: Anak Muda Harus Dekat dengan Teknologi

Menurut Nugroho, bantuan 40 unit komputer dan pelatihan AI bagi tenaga pendidik merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih siap menghadapi perkembangan teknologi.

Namun, ia menegaskan bahwa transformasi digital tidak boleh berhenti pada penyediaan perangkat keras.

Literasi digital, peningkatan kapasitas guru dan konektivitas juga menjadi pekerjaan besar yang harus terus diperkuat.

Nugroho berharap program tersebut tidak berhenti sebagai proyek satu kali, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi sekolah dan peserta didik di Kota Kupang.

Ia juga menilai perubahan teknologi dan otomatisasi AI akan membawa perubahan besar terhadap dunia kerja. Karena itu, generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar memiliki kemampuan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Mudah-mudahan simpul kolaborasi yang kita susun ini menjadi starting point bahwa memajukan dunia pendidikan adalah kewajiban kita bersama,” ujarnya.

Nugroho memastikan Telkom Indonesia siap terus berkontribusi bersama Pemerintah Kota Kupang dalam memperkuat digitalisasi dan pengembangan ekosistem digital.

Bagi Pemerintah Kota Kupang, pesan Christian Widodo kini jelas: AI bukan untuk ditakuti, apalagi dibiarkan mengambil alih. Teknologi harus ditundukkan menjadi alat untuk memperkuat guru, meningkatkan kualitas pembelajaran, dan menyiapkan generasi Kupang menghadapi masa depan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.