Konser Ledalero Choir di Kupang, Padukan Musik, Teater, dan Aksi Donasi

oleh -63 Dilihat
Moderator Ledalero Choir sekaligus Koordinator Umum Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero Maumere dan Panitia di Kupang pada Jumat, 10 Juli 2026. (Foto Hiro)

Suarantt.id, Kupang-Ledalero Choir yang beranggotakan para frater Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Maumere, akan menggelar konser di Kota Kupang pada Sabtu, 11 Juli 2026. Pertunjukan tersebut akan berlangsung di Auditorium El Tari Universitas Nusa Cendana (Undana) mulai pukul 17.00 WITA.

Konser ini menjadi bagian dari rangkaian tur Ledalero Choir yang sebelumnya telah sukses digelar di sejumlah kota seperti Jakarta, Flores, Surabaya, Denpasar, Kefamenanu, dan Atambua. Selain sebagai pertunjukan seni, konser ini juga mengusung misi penggalangan dana untuk mendukung pendidikan para frater Serikat Sabda Allah (SVD) serta renovasi bangunan seminari.

Moderator Ledalero Choir sekaligus Koordinator Umum Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero, Maumere, Pater Rolan Lima Letu, SVD, menjelaskan bahwa konser tersebut merupakan bagian dari tour keempat yang kini menjangkau Pulau Timor. Ia menyebutkan, dukungan dari para donatur luar negeri mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah pandemi COVID-19.

“Saat ini terdapat sekitar 305 frater yang menjalani pendidikan di Ledalero. Biaya hidup dan formasi per frater mencapai sekitar Rp29 hingga Rp30 juta per tahun, sehingga kebutuhan operasional seminari mencapai Rp8 sampai Rp9 miliar setiap tahun,” jelasnya.

Selain itu, pihak seminari juga membutuhkan dana sekitar Rp1,5 miliar untuk renovasi bangunan yang telah berusia tua dan mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.

Konser Ledalero Choir di Kupang akan menampilkan perpaduan musik rohani, lagu klasik, opera, hingga lagu-lagu budaya dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur. Tak hanya itu, pertunjukan juga akan diperkaya dengan pementasan teater yang mengangkat realitas sosial di tengah masyarakat.

Menariknya, dalam konser tersebut juga akan digelar aksi donasi melalui pelelangan karya seni, seperti lukisan yang dibuat langsung di atas panggung serta kerajinan khas Flores. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kreatif untuk mengajak masyarakat turut berpartisipasi dalam misi kemanusiaan dan pendidikan.

Pater Rolan menambahkan, konser ini juga menjadi wadah pembinaan karakter dan pengembangan bakat seni para frater.

“Kami tidak hanya membina mereka dalam bidang filsafat dan teologi, tetapi juga memberi ruang untuk mengembangkan seni musik dan teater,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lokal, Kristo Blasin, mengatakan konser di Kupang merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk alumni Ledalero, Pemuda Katolik, Wanita Katolik, serta Persatuan Orang Tua (POT).

“Kami telah bekerja lebih dari satu bulan untuk mempersiapkan kegiatan ini. Kami berharap masyarakat tidak hanya membeli tiket, tetapi juga datang langsung menyaksikan pertunjukan ini,” katanya.

Menurut Kristo, konser tersebut layak disebut sebagai pertunjukan berkelas dunia yang dapat dinikmati masyarakat dengan harga tiket terjangkau, yakni Rp20 ribu. Panitia menargetkan sekitar 5.000 penonton sesuai kapasitas gedung, dengan target penggalangan dana mencapai Rp500 juta hingga Rp600 juta.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan DPR, untuk turut mendukung keberlangsungan Seminari Tinggi Ledalero yang setiap tahun menghasilkan banyak imam misionaris yang berkarya di lebih dari 80 negara.

“Ini bukan hanya soal konser, tetapi bagian dari misi besar untuk mendukung pendidikan calon imam yang akan berkarya bagi gereja dan masyarakat dunia,” pungkasnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.