Kota Kupang Menuju Ekonomi Inklusif

oleh -1467 Dilihat
Wawali Kupang Pose Bersama Staf Khusus Menteri Investasi Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas di Ruang Kerjanya. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Di ruang kerja yang hangat saat itu , Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menerima kunjungan Staf Khusus Menteri Investasi Bidang Peningkatan Peran dan Peluang Usaha Disabilitas, Agus Diono. Pertemuan itu tampak biasa di kalender birokrasi, namun maknanya melampaui sekadar audiensi: ini adalah langkah nyata menuju ekonomi yang lebih inklusif ekonomi yang memberi ruang setara bagi semua, tanpa kecuali.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari program pendataan nasional pelaku usaha disabilitas yang tengah digagas oleh Kementerian Investasi/BKPM RI. Dalam inisiatif ini, pemerintah berupaya memastikan agar penyandang disabilitas di seluruh Indonesia tidak lagi dipandang sebagai penerima bantuan semata, tetapi sebagai pelaku ekonomi aktif yang punya potensi besar untuk tumbuh dan berkontribusi.

Agus Diono menjelaskan bahwa pendataan dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) platform digital terpadu yang memungkinkan pelaku usaha, termasuk mereka yang disabilitas, terdaftar secara resmi dan diakui dalam sistem ekonomi nasional.

“Selama ini data pelaku usaha belum membedakan mana yang disabilitas dan mana yang bukan. Karena itu, kami mulai mendata agar pelaku usaha disabilitas dapat diakui dan difasilitasi secara inklusif,” jelasnya.

Pendataan ini bukan sekadar administrasi, melainkan dasar penting untuk kebijakan yang lebih tepat sasaran. Dengan data yang akurat, pemerintah bisa memberikan pelatihan, akses permodalan, dan dukungan teknis yang sesuai kebutuhan dan kemampuan tiap pelaku usaha disabilitas di berbagai sektor mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga layanan digital kreatif.

Komitmen Kota Kupang untuk Inklusi Ekonomi

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis menyambut dengan semangat dan keyakinan. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap menjadi bagian dari gerakan nasional ini, dengan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta menggandeng berbagai lembaga sosial dan komunitas lokal.

“Kami siap berkolaborasi dengan Kementerian Investasi dan berbagai lembaga agar pelaku usaha disabilitas di Kupang mendapat ruang yang setara untuk tumbuh dan mandiri,” ujarnya tegas.

Serena menambahkan, selama beberapa tahun terakhir Pemkot Kupang telah bermitra dengan sejumlah yayasan sosial dan lembaga internasional untuk memberikan pelatihan kewirausahaan, akses permodalan, serta pendampingan bisnis bagi lebih dari 200 penyandang disabilitas.

“Inklusi ekonomi bukan hanya wacana, tapi langkah nyata yang harus terus kita wujudkan,” tutur Serena dengan nada optimistis.

Cerita dari Lapangan: “Tangan Tak Sempurna, Semangat Tak Terbatas”

Salah satu wujud nyata dari semangat ini dapat dilihat pada kisah Yosefina Nuban, seorang penyandang disabilitas fisik asal Kelurahan Oesapa. Dengan keterbatasan di tangan kanannya, Yosefina kini memiliki usaha kecil membuat tas anyaman dari bahan daur ulang.

“Awalnya saya ragu bisa usaha sendiri, tapi setelah ikut pelatihan yang diadakan Dinas Koperasi, saya mulai percaya diri. Sekarang saya bisa jualan lewat Facebook dan ikut bazar UMKM,” kata Yosefina sambil tersenyum.

Bagi Yosefina, dukungan dari pemerintah daerah dan komunitas sosial bukan hanya soal modal, tapi juga soal kepercayaan diri. Ia berharap semakin banyak penyandang disabilitas di Kupang yang berani memulai usaha dan menunjukkan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi.

Langkah-langkah kecil seperti inilah yang perlahan membentuk perubahan besar. Dengan bergabung dalam gerakan nasional pendataan dan pemberdayaan pelaku usaha disabilitas, Kota Kupang menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi sejati adalah pembangunan yang tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

Di balik meja rapat dan data statistik, ada wajah-wajah penuh harapan mereka yang kini punya ruang untuk berkembang, berdiri sejajar, dan berkontribusi bagi kota yang mereka cintai.

BACA JUGA:  Buka Puasa Bersama Pemprov NTT, Gubernur Melki Tekankan Spirit Gotong Royong dan Toleransi Antarumat

Kota Kupang tak hanya berbicara tentang pertumbuhan ekonomi, tetapi juga tentang keadilan, kesempatan, dan kemanusiaan.
Sebuah langkah maju menuju masa depan di mana setiap warga, dengan segala keunikan dan kemampuannya, memiliki ruang setara untuk tumbuh bersama. (Penulis/ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.