Kota Kupang Menuju Nol Sampah: Pemerintah, Pertamina, dan Komunitas Bersatu dalam Program Kampung Berseri

oleh -1789 Dilihat
Wawali Kupang Pose Bersama Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara KLHK RI dan Aviation Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga AFT El Tari. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Pemerintah Kota Kupang bersama PT Pertamina Patra Niaga AFT El Tari dan komunitas lingkungan berkolaborasi mewujudkan cita-cita “Kota Kupang Menuju Nol Sampah” melalui program CSR Kampung Berseri (Bersih, Sehat, Asri El Tari). Salah satu langkah nyata ditunjukkan lewat penyerahan alat Hoist Crane dan pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi para pekerja kebersihan di Bank Sampah Mutiara Timor, Kelurahan Maulafa pada Senin (6/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, Kepala Bidang Wilayah III Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara KLHK RI, Dr. Ade Suharso, Aviation Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga AFT El Tari, Ahmad Hidayah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, serta pendiri Bank Sampah Mutiara Timor, Meilsi Mansula, bersama jajaran pengelola.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Serena C. Francis menyampaikan apresiasi tinggi atas dukungan Pertamina terhadap pengelolaan lingkungan di Kota Kupang. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan manusiawi.

“Program CSR ini bukan hanya bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga cerminan semangat Kota Kasih, bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan dari kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakatnya,” ujar Serena.

Serena menjelaskan, Pemkot Kupang telah menyiapkan roadmap pengelolaan sampah terpadu yang menitikberatkan pada edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga, penguatan peran bank sampah, dan optimalisasi proses daur ulang. Targetnya adalah pengurangan sampah hingga 50 persen serta pengelolaan tuntas 85 persen sebelum masuk ke TPA, melalui kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

BACA JUGA:  Wali Kota Kupang Nyatakan Kesiapan Sambut Kunjungan Wapres Gibran di NTT

Wakil Wali Kota juga memberikan apresiasi khusus kepada Bank Sampah Mutiara Timor, yang sejak berdiri pada tahun 2020 telah menjadi pionir dalam gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Kupang.

“Dari keprihatinan terhadap menumpuknya sampah rumah tangga, Mutiara Timor tumbuh menjadi gerakan yang mengubah sampah menjadi berkah. Ini inspirasi besar bagi banyak daerah di Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, bantuan hoist crane dan pelatihan K3 dari Pertamina akan memperkuat efektivitas dan keselamatan kerja para pengelola sampah.

“Ini wujud nyata semangat kolaborasi Kota Kasih, di mana pemerintah, swasta, dan masyarakat bergandengan tangan membangun Kota Kupang yang bersih, sehat, dan manusiawi,” tegas Serena.

Sementara itu, Aviation Fuel Terminal Manager PT Pertamina Patra Niaga AFT El Tari, Ahmad Hidayah, menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

“Pertamina ingin menjadi mitra aktif pemerintah daerah dan komunitas dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Kami percaya Bank Sampah Mutiara Timor adalah contoh nyata ekonomi sirkular yang efektif di tingkat masyarakat,” ungkap Ahmad.

Dukungan serupa juga datang dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Dr. Ade Suharso mengapresiasi kemajuan Bank Sampah Mutiara Timor yang kini mampu mengelola lebih dari 40 ton sampah terpilah per bulan, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

“Ini capaian luar biasa dan patut dijadikan contoh nasional. KLHK terus mendorong terbentuknya jejaring bank sampah di Nusa Tenggara Timur, termasuk di wilayah perbatasan dan lembaga keagamaan,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan tambahan, KLHK turut menyerahkan satu unit mobil pick-up untuk memperkuat operasional Bank Sampah Mutiara Timor. Ade menegaskan pentingnya perubahan paradigma masyarakat terhadap sampah.

“Dalam konsep ekonomi sirkular, sampah bukan musuh, melainkan sumber daya bernilai yang bisa mendukung kesejahteraan,” tambahnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan komunitas lingkungan, Kota Kupang terus melangkah menuju transformasi hijau—sebuah gerakan kolektif menuju Kota Nol Sampah, di mana kebersihan, kesehatan, dan keberlanjutan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakatnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.