Langkah Awal Rumah Ibadah, Sekda Kupang Ajak Jemaat GBIS Bukit Zaitun Perkuat Iman

oleh -141 Dilihat
Sekretaris Daerah Kota Kupang Lakukan Peletakan Batu Pertama di GBIS Bukit Zaitun. (Foto Prokompim Kota Kupang)

Suarantt.id, Kupang-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Gedung Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Jemaat Bukit Zaitun di Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Rabu (27/5/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Badan Penghubung GBIS Pusat, Pdt. dr. Sjacub Sutisna, perwakilan Badan Penghubung GBIS NTT, Pdt. Daud Ambesa, Ketua Majelis Daerah GBIS NTT, Pdt. Elisabeth Ambesa, Lurah Sikumana Getruida Isabela, serta Gembala Sidang GBIS Bukit Zaitun Sikumana, Pdt. Stefanus H.D. Untono bersama seluruh jemaat.

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pembangunan fisik gedung gereja merupakan langkah awal yang penting, namun harus diiringi dengan pertumbuhan iman jemaat sebagai fondasi utama kehidupan beriman.

“Pembangunan fisik gedung gereja ini adalah awal dari sebuah gerakan untuk menumbuhkan iman jemaat. Jangan hanya fokus pada gedung yang terlihat, tetapi yang jauh lebih penting adalah pertumbuhan iman harus tetap menjadi prioritas utama dalam sebuah persekutuan,” ujar Jeffry.

Ia juga mengapresiasi sinergi antara para hamba Tuhan dan jemaat GBIS Bukit Zaitun Sikumana dengan Pemerintah Kota Kupang, khususnya dalam mendukung berbagai program sosial keagamaan dan pembangunan di wilayah kota.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah, Sekda mendorong panitia pembangunan untuk segera mengajukan proposal bantuan secara resmi kepada Pemerintah Kota Kupang agar dapat diproses sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Silakan masukkan proposalnya, nanti bisa langsung diantar ke kantor agar kami pelajari dan proses sesuai prosedur,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, Kain Egylivire, dalam laporannya menyampaikan bahwa GBIS Bukit Zaitun Sikumana telah berdiri sejak tahun 1995 dan saat ini melayani sekitar 50 kepala keluarga. Kondisi gedung lama yang mulai rusak serta keterbatasan daya tampung menjadi alasan utama dilakukannya pembangunan gedung baru.

BACA JUGA:  Paus Fransiskus Wafat, Gubernur Melki Ajak Umat NTT Teladani Spirit Pelayanan dan Kemanusiaan

Gedung gereja yang baru direncanakan akan dibangun di atas lahan seluas 1.800 meter persegi dan ditargetkan dapat digunakan untuk ibadah pada bulan Desember mendatang.

Adapun total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan tersebut diperkirakan mencapai Rp500 juta. Hingga saat ini, dana yang berhasil dihimpun dari swadaya jemaat baru mencapai Rp50 juta.

Untuk itu, panitia membuka diri terhadap dukungan dan partisipasi dari berbagai pihak guna memperlancar pembangunan rumah ibadah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.