Suarantt.id, Kupang-Anggota DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI yang meliputi Kabupaten Flores Timur, Lembata dan Alor, Ana Waha Kolin menegaskan komitmennya memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah pelosok. Ia mendesak percepatan bantuan pembangunan bagi tiga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kabupaten Flores Timur yang kondisinya memprihatinkan.
Menurut Ana, salah satu sekolah yang menjadi prioritas adalah SMK Negeri di Nimun Dani Bao, Kecamatan Adonara Barat, yang baru dinegerikan namun masih berdinding keneka dan berlantai tanah.
“Saya sudah mengunjungi langsung ke lokasi. Anak-anak sangat antusias belajar, tapi sarana prasarana sama sekali tidak menunjang. Ini sangat memprihatinkan,” ujar Politisi PKB NTT ini.
Selain itu, ia juga mengajukan bantuan untuk SMK Negeri 1 Wulang Gitang yang terdampak erupsi gunung, serta SMK Negeri 1 Titehena yang masih menempati gedung bekas SD sebagai tempat belajar.
Ketiga proposal bantuan tersebut telah diserahkan Ana kepada Wakil Ketua Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Lalu, dan saat ini tengah dalam tahap verifikasi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
“Kemarin saya sudah dapat telepon dari pihak sana, mereka sedang memverifikasi proposal yang saya kirim. Kita berharap bisa masuk dalam pembiayaan APBN Murni 2025 atau melalui APBN Perubahan,” jelasnya.
Ana juga menekankan agar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT di bawah pimpinan Ambros Kodo segera bergerak cepat menindaklanjuti peluang anggaran dari pemerintah pusat.
“Kadis Pendidikan NTT harus lari lebih cepat menyambut sinyal dari Komisi X DPR RI, karena ini menyangkut masa depan pendidikan di daerah terpencil kita,” tegasnya.
Ia berharap tiga sekolah tersebut bisa mendapat perhatian dan dukungan anggaran yang memadai, seperti halnya beberapa SMA/SMK di NTT yang sebelumnya berhasil mendapatkan alokasi dana APBN miliaran rupiah.
“Dulu, SMA Negeri 2 Lewolaga dan beberapa sekolah lain bisa dapat sekitar Rp9 miliar dari APBN. Saya berharap, tiga sekolah ini juga bisa mendapatkan perhatian yang sama,” ujarnya.
Sebagai anggota DPRD Fraksi PKB, Ana juga mengharapkan DPR RI melalui Komisi X dapat memberikan tekanan kepada kementerian agar realisasi anggaran pembangunan sekolah-sekolah ini segera terealisasi.
“Kami di daerah sudah bekerja dan menindaklanjuti dari bawah. Sekarang kami sangat berharap sinergi dari DPR RI dan kementerian untuk bersama-sama memperjuangkan ini,” pungkasnya. ***







