Suarantt.id, Kupang-Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan langkah konkret. Melalui Dinas Pertanian, Pemkot Kupang menyalurkan benih jagung hibrida Nusa Timore 77 bantuan dari Kementerian Pertanian RI, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, kepada para petani di dua kecamatan, yakni Alak dan Maulafa.
Penyerahan benih dilakukan secara simbolis pada Selasa (11/11/2025) oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus A. B. H. Da Costa, bersama Ipda Andi Gunawan yang hadir mewakili Kapolresta Kupang Kota. Program ini merupakan bagian dari Optimalisasi Lahan (OPLAH) sebuah inisiatif kolaboratif antara pemerintah daerah dan Polresta Kupang Kota untuk mendukung Program Swasembada Pangan Nasional.
Sebanyak 16 kelompok tani yang melibatkan 76 orang petani menerima bantuan tersebut, mencakup lahan seluas 17 hektare di beberapa kelurahan seperti Naioni, Penkase Oeleta, Manutapen, Kolhua, Naimata, Belo, dan Fatukoa.
Bagi para petani, benih jagung bukan sekadar bibit tanaman. Di balik butiran kecil itu tersimpan harapan besar untuk hasil panen yang lebih baik, kesejahteraan keluarga, dan masa depan pertanian yang lebih mandiri.
Kepala Dinas Pertanian Kota Kupang, Matheus Da Costa, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap ketahanan pangan lokal.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap lahan yang tersedia di Kota Kupang bisa dioptimalkan untuk mendukung produksi pangan. Bantuan ini bukan hanya benih, tetapi juga motivasi agar para petani terus berproduksi dan berinovasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Matheus menjelaskan bahwa jagung hibrida Nusa Timore 77 memiliki potensi hasil tinggi dan adaptif terhadap kondisi iklim kering di NTT, sehingga sangat cocok dikembangkan di wilayah Kupang.
Sinergi yang Menguatkan
Keterlibatan Polresta Kupang Kota dalam program ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab sektor pertanian semata, tetapi juga tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
“Kami dari kepolisian siap mendukung penuh upaya pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan. Ketahanan pangan berarti ketahanan sosial,” ungkap Ipda Andi Gunawan saat menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan petani.
Sinergi antara pemerintah dan aparat keamanan diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program pertanian, mulai dari pendampingan lapangan hingga pengawasan distribusi bantuan agar tepat sasaran.
Langkah Menuju Swasembada
Program OPLAH (Optimalisasi Lahan) yang dijalankan Pemkot Kupang bersama Polresta merupakan bagian dari strategi jangka panjang menuju kemandirian pangan. Selain pembagian benih, kegiatan ini juga akan diikuti dengan pendampingan teknis, penyuluhan, dan pemantauan pertumbuhan tanaman di lapangan.
Bagi Kota Kupang, setiap hektare lahan yang diolah dan setiap tongkol jagung yang tumbuh merupakan simbol ketahanan dan kerja keras masyarakatnya. Di balik keringnya tanah Timor, tumbuh semangat kolektif untuk menjadikan pertanian sebagai sumber harapan baru.
Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, Kupang menanam bukan hanya jagung, tetapi juga masa depan — masa depan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya tahan pangan. (Penulis/ADV)






