Mendes PDT Tekankan Peran Koperasi Desa Merah Putih untuk Percepat Ekonomi Desa di Flores Timur

oleh -84 Dilihat
Mendes PDT Tatap Muka bersama para Camat, Kepala Desa, dan Lurah se-Kabupaten Flores Timur di Gudang Kopdes Merah Putih pada Jumat, 3 Juli 2026. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Larantuka-Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Republik Indonesia Yandri Susanto menegaskan pentingnya penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu instrumen strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi desa di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.

Penegasan tersebut disampaikan dalam kegiatan tatap muka bersama para camat, kepala desa, dan lurah se-Kabupaten Flores Timur yang berlangsung di Gudang Kopdes Merah Putih Kelurahan Weri, Jumat (3/7/2026) siang.

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, serta Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen.

Dalam arahannya, Yandri Susanto menekankan bahwa Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa melalui pengelolaan potensi lokal yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi wadah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Karena itu diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, camat, kepala desa, lurah, dan seluruh elemen masyarakat agar program ini berjalan optimal,” ujar Yandri.

Dia juga menegaskan bahwa koperasi tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lembaga ekonomi, tetapi juga sebagai sarana penyerapan tenaga kerja lokal serta pemerataan pembangunan di tingkat desa. Bahkan, tenaga kerja yang direkrut wajib berasal dari desa atau kelurahan setempat.

Lebih lanjut, Mendes PDT menjelaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih juga dirancang untuk menyediakan akses permodalan yang mudah, legal, dan terjangkau bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi solusi alternatif dari praktik rentenir dan pinjaman ilegal. Pemerintah, kata dia, mendorong suku bunga pinjaman maksimal 6 persen per tahun.

“Ini bagian dari upaya kita menghadirkan sistem pembiayaan yang lebih adil bagi masyarakat desa, agar mereka tidak lagi terjerat pinjaman ilegal,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Mendes PDT ke Flores Timur. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat menjadi bukti nyata komitmen dalam mempercepat pembangunan desa di NTT.
Johni juga menegaskan bahwa desa harus ditempatkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, bukan lagi sekadar objek pembangunan. Pemerintah Provinsi NTT, lanjutnya, terus mendorong program One Village One Product (OVOP) untuk memperkuat produk unggulan desa berbasis potensi lokal.
“Desa harus menjadi pusat kreativitas, produksi, sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Bupati Flores Timur Antonius Doni Dihen turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendes PDT. Ia berharap program Koperasi Desa Merah Putih dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat desa di wilayahnya.
Pertemuan tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif antara pemerintah dan para kepala desa serta lurah, yang membahas berbagai tantangan pembangunan desa, mulai dari infrastruktur, pelayanan dasar, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dalam mendorong kemandirian desa serta mempercepat terwujudnya desa yang maju dan berdaya saing di Kabupaten Flores Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.