Suarantt.id, Oelamasi-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mendorong transformasi sistem pertanian di NTT menuju pola hilirisasi yang lebih komprehensif melalui skema tanam-panen-olah-kemas-jual.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri panen jagung simbolis di UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita, Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang pada Sabtu (28/2/2026).
Lahan seluas kurang lebih 3 hektare yang dikelola UPTD tersebut memiliki estimasi produktivitas rata-rata sekitar 5 ton per hektare, sehingga total potensi hasil panen mencapai kurang lebih 15 ton jagung pipilan kering. Pengelolaan lahan dilakukan melalui pola kolaborasi antara Dinas Sosial Provinsi NTT dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, dengan dukungan offtaker (mitra strategis) Perum Bulog Wilayah NTT.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki menegaskan bahwa semangat membangun sektor pertanian tidak boleh berhenti pada tahap produksi semata. Menurutnya, NTT harus bergerak menuju hilirisasi agar komoditas pertanian memiliki nilai tambah dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
“Ke depan kita dorong agar semangat ‘Ayo Bangun NTT’ bertransformasi dari tanam-panen-jual menjadi tanam-panen-olah-kemas-jual. Dengan begitu, nilai tambah ada di daerah dan dampaknya langsung dirasakan petani,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kondisi curah hujan yang masih tinggi sebagai anugerah yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan produktivitas pertanian.
Mengingat pesan Gubernur NTT terdahulu, almarhum El Tari, Gubernur Melki mengajak seluruh masyarakat untuk terus menanam dan mengelola lahan secara maksimal.
Data produksi pertanian menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, produksi beras di NTT mendekati 1 juta ton gabah kering giling atau sekitar 500 ribu ton beras, meningkat dari tahun sebelumnya.
Produksi jagung juga mengalami kenaikan, meski belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan konsumsi dan pakan ternak.
Gubernur Melki menegaskan, peran Bulog sebagai offtaker sangat strategis dalam menjaga stabilitas harga, menyerap hasil produksi petani, serta membantu masyarakat kurang mampu melalui skema harga khusus. Sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog diharapkan semakin memperkuat ketahanan pangan di NTT.
Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis hasil panen jagung kepada Perum Bulog Wilayah NTT serta bantuan satu unit mesin pompa air kepada Kelompok Tani Tunas Harapan guna mendukung keberlanjutan produksi pertanian.
Kepada para penghuni UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita, Gubernur Melki berpesan agar terus belajar dengan tekun, meningkatkan kreativitas, serta memanfaatkan potensi yang ada, khususnya di bidang pertanian.
Ia memastikan pemerintah melalui Dinas Sosial akan terus memberikan dukungan bagi pengembangan kapasitas dan kemandirian para penerima manfaat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT yang juga Plt. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Kanisius Mau, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT Joaz Bily Oemboe Wanda, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kupang Amin Juariah, Camat Kupang Timur Marlina Ludji, kelompok tani, serta para penerima manfaat. ***





