Menuju PON 2028, Lapangan Pacuan Kuda Omba Calo Disiapkan Jadi Ikon Sport Tourism NTT

oleh -349 Dilihat
Gubernur NTT Tinjau Lapangan Pacuan Kuda di Kabupaten Sumba Barat Daya. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Weetebula-Gema penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) semakin menguat setelah pemerintah resmi menetapkan NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai tuan rumah, dengan dukungan Provinsi DKI Jakarta sebagai daerah penyangga.

Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang diterbitkan pada 23 Juni 2026, sekaligus menjadi titik awal berbagai persiapan menuju ajang olahraga terbesar di Indonesia itu.

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bersama Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, melakukan peninjauan Lapangan Pacuan Kuda Omba Calo di Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya pada Kamis (16/7/2026).

Lapangan pacuan kuda yang berdiri di atas lahan seluas 21 hektare itu diproyeksikan menjadi venue cabang olahraga pacuan kuda pada PON XXII Tahun 2028. Selain sebagai arena pertandingan, kawasan ini juga disiapkan untuk dikembangkan sebagai destinasi sport tourism yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Ketua Umum PORDASI Berkuda Memanah Triwatty Marciano, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Josef Nae Soi, Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alpawan Rangga Kaka, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sumba Barat Daya Yohanes Tende, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, mengaku terkesan dengan potensi olahraga berkuda di Pulau Sumba. Menurutnya, pacuan kuda di daerah tersebut tidak hanya sekadar olahraga, tetapi telah menjadi bagian dari budaya dan kehidupan masyarakat.

“Saya sangat senang bisa hadir di Sumba, dimana olahraga berkuda sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat. Sejak kecil anak-anak di sini sudah terbiasa menunggang kuda. Potensi ini harus kita kelola menjadi kekuatan olahraga sekaligus daya tarik pariwisata,” ujarnya.

Ia menilai, pengembangan arena pacuan kuda akan memberikan efek berganda bagi daerah, mulai dari pembinaan atlet, peningkatan kualitas peternakan kuda lokal, hingga mendorong sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum PORDASI Berkuda Memanah, Triwatty Marciano, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas olahraga yang akan dibangun.

“Kalau fasilitas ini sudah selesai dibangun, mari kita jaga dan rawat bersama. Ini adalah aset daerah sekaligus kebanggaan masyarakat Sumba yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya,” katanya.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTT untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 secara optimal.

“Persiapan tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana olahraga, tetapi juga pada pembinaan atlet, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi ekonomi dan pariwisata yang dapat tumbuh melalui penyelenggaraan PON,” jelasnya.

Dia optimistis, melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, KONI, PORDASI, dan seluruh pemangku kepentingan, NTT mampu menghadirkan penyelenggaraan PON yang berkualitas sekaligus meninggalkan warisan positif bagi pembangunan olahraga, ekonomi, dan pariwisata daerah.

Lapangan Pacuan Kuda Omba Calo diharapkan menjadi salah satu ikon penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028 serta memperkuat posisi Pulau Sumba sebagai pusat olahraga berkuda nasional yang berbasis pada kekayaan budaya lokal. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.