Menuju PON 2028, Wagub NTT Dorong Pembinaan Atlet Lewat Kejuaraan Karate Shoto-kai

oleh -27 Dilihat
Wagub Johni Asadoma Buka Kejuaraan Karate Shoto-kai NTT Open Piala Gubernur 2026 di Kupang. (Foto Biro Adpim Setda NTT)

Suarantt.id, Kupang-Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, secara resmi membuka Kejuaraan Karate Shoto-kai NTT Open Piala Gubernur NTT Tahun 2026 di GOR Flobamora Kupang, Jumat (26/6/2026). Kejuaraan ini menjadi bagian penting dalam upaya pembinaan atlet sekaligus pencarian bibit unggul yang dipersiapkan menghadapi berbagai ajang nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 26 hingga 28 Juni 2026, mempertandingkan berbagai kategori usia, mulai dari usia dini hingga senior, baik pada nomor kata maupun kumite. Sebanyak 698 atlet dari 16 kontingen yang mewakili 9 perguruan karate turut ambil bagian dan bersaing dalam 76 kelas pertandingan. Para peserta berasal dari berbagai kabupaten dan kota di NTT.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan bahwa setiap kejuaraan merupakan momentum penting bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus membentuk mental juara. Ia menekankan pentingnya latihan yang konsisten, disiplin, dan kesungguhan dalam menekuni olahraga.

“Kalau sudah memilih menjadi atlet, maka berlatihlah dengan tekun, disiplin, dan sepenuh hati. Kunci menjadi juara adalah latihan yang konsisten serta menjaga disiplin dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wagub mengajak seluruh atlet untuk menjunjung tinggi nilai-nilai luhur karate, seperti sportivitas, kejujuran, persaudaraan, dan saling menghormati. Menurutnya, kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang meraih prestasi, tetapi juga sarana mempererat persaudaraan antar-karateka di NTT.

Ia juga mengingatkan para atlet untuk menjauhi kebiasaan negatif yang dapat menghambat prestasi, seperti mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, begadang, serta pergaulan yang tidak sehat.

Dalam kesempatan tersebut, Johni Asadoma turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai mantan atlet tinju nasional yang pernah meraih medali emas SEA Games dan mewakili Indonesia pada Olimpiade Los Angeles 1984. Ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut diraih melalui kerja keras, disiplin, konsistensi, dan keberanian.

Menurutnya, cabang olahraga bela diri memiliki keunggulan tersendiri karena melatih kecerdasan dalam pengambilan keputusan secara cepat, baik untuk bertahan maupun menyerang di arena pertandingan.

“Di atas matras nanti yang menentukan kemenangan bukan hanya kemampuan teknik, tetapi juga keberanian dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

Wakil Gubernur juga memberikan apresiasi kepada Presiden Shoto-kai Indonesia beserta seluruh jajaran pengurus, pembina, pelatih, dan panitia atas dedikasi mereka dalam mengembangkan olahraga karate, khususnya di NTT.

Ia menegaskan bahwa cabang olahraga bela diri merupakan salah satu kekuatan NTT yang diharapkan mampu menyumbangkan medali emas pada PON 2028. Oleh karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara serius, terarah, dan berkelanjutan.

“Target kita bukan sekadar ikut PON, tetapi harus meraih medali emas. Cabang olahraga bela diri menjadi andalan NTT sejauh ini,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Wagub mengingatkan para atlet untuk tetap menyeimbangkan antara prestasi olahraga dan pendidikan.

“Berlatih keras, tetapi sekolah juga jangan dilupakan. Atlet harus cerdas sehingga memiliki masa depan yang baik. Jadilah juara, tetapi juga sukses dalam pendidikan dan kehidupan,” pesannya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.