Suarantt.id, Kupang-Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025 bukan sekadar angka-angka di atas kertas, melainkan instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ia sampaikan saat menghadiri rapat paripurna ke-8 DPRD Kota Kupang dalam rangka penandatanganan nota kesepahaman RAPBD Perubahan 2025.
“APBD itu maknanya bukan hanya angka-angka, ujungnya harus bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Prioritas tetap pada pendidikan, kesehatan, serta penguatan ekonomi berbasis UMKM,” tegas Widodo kepada wartawan pada Senin, 15 September 2025.
Meski APBD Kota Kupang mengalami pengurangan sebesar Rp32 miliar akibat penurunan opsi pajak dari provinsi Wali Kota memastikan program-program prioritas tidak akan terganggu.
“Kami tidak boleh terpaku pada keterbatasan. Justru dengan kondisi ini kita harus lebih kreatif dan inovatif agar APBD menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
Widodo juga menyoroti penguatan UMKM melalui pengembangan zona usaha kreatif. Ia mencontohkan Sabaoak sebagai pilot project, serta mengumumkan peluncuran “Flotia” di kawasan Timor Raya, sebuah zona baru untuk UMKM kuliner dan kreasi.
“Flotia bukan hanya tempat berjualan, tetapi juga ruang berkreasi menghasilkan produk terbaik untuk Kota Kupang. Itu akan berjalan setiap hari dan ke depan bisa diturunkan sampai ke kecamatan-kecamatan,” jelasnya.
Dengan arah kebijakan ini, Pemerintah Kota Kupang optimistis APBD Perubahan 2025 tetap memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat meski menghadapi pemangkasan anggaran.
Dengan visi pada pendidikan, kesehatan, dan UMKM, Wali Kota Christian Widodo memastikan APBD Perubahan 2025 benar-benar hadir untuk rakyat Kota Kupang. ***





