NTT Genjot Reformasi Pelayanan Publik Lewat Kompetisi Inovasi Koin Yanlik Berdasi 2025

oleh -930 Dilihat
Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi NTT, Djoese S.M. Nai Buti. (Foto Istimewa )

Suarantt.id, Kupang-Upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di Provinsi Nusa Tenggara Timur kembali digairahkan melalui penyelenggaraan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Berdasarkan Kategori dan Terintegrasi (Koin Yanlik Berdasi) 2025. Ajang tahunan yang digagas Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi NTT ini resmi memasuki tahap penyisihan, setelah menarik minat luas dari berbagai perangkat daerah hingga sekolah-sekolah di seluruh wilayah NTT.

Kepala Biro Organisasi Setda NTT, Djoese S.M. Nai Buti menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini mengusung kerangka inovasi Government Goal (IGA) sebagai dasar penilaian. Menurutnya, Koin Yanlik Berdasi menjadi instrumen penting untuk mendorong inovasi sektor publik secara terukur, menantang, dan dapat direplikasi oleh instansi lain.

80 Peserta, 12 Gugur di Tahap Awal

Tahun ini, Koin Yanlik Berdasi diikuti oleh 80 peserta dari beragam unsur, termasuk perangkat daerah provinsi, perangkat daerah kabupaten/kota, UPTD, kelurahan/desa, hingga sekolah dasar, menengah, dan atas.

“Pendaftaran dibuka sejak 14 hingga 31 Oktober 2025. Sampai penutupan, ada 80 peserta yang mendaftar. Setelah proses verifikasi tahap pertama, 12 peserta dinyatakan gugur karena berkas tidak lengkap atau masa implementasi inovasinya kurang dari satu tahun,” ungkap Djoese kepada wartawan pada Rabu, 19 November 2025.

Dengan demikian, 68 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap penilaian berikutnya.

Tim Juri Independen

Untuk menjaga integritas proses, Biro Organisasi melibatkan tim juri independen yang terdiri dari akademisi dan lembaga pengawas pelayanan publik. Para juri berasal dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Katolik Widya Mandira (Unika), Universitas Muhammadiyah Kupang, serta Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTT. Unsur media massa juga terlibat melalui perwakilan Harian Pos Kupang.

Aspek penilaian tidak hanya melihat kebaruan gagasan, tetapi juga dampak nyata inovasi, peluang replikasi, strategi keberlanjutan, serta komitmen pimpinan dalam mengawal implementasi program.

“Yang kita cari bukan sekadar ide bagus, tetapi inovasi yang terbukti berdampak, bisa diterapkan kembali di tempat lain, dan punya komitmen kuat untuk dijalankan,” terang Djoese.

Salah satu ciri khas kompetisi Koin Yanlik Berdasi adalah kewajiban bagi kepala daerah untuk mempresentasikan inovasi yang lolos ke babak final. Bupati atau wali kota yang daerahnya masuk dalam nominasi diwajibkan hadir dan memaparkan langsung program inovasi di tingkat provinsi pada Desember mendatang.

Menurut Djoese, mekanisme ini dirancang untuk memastikan bahwa inovasi tidak hanya digerakkan oleh perangkat teknis, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari pimpinan daerah.

Dorong Iklim Investasi dan Pelayanan Publik Lebih Baik

Koin Yanlik Berdasi bukan sekadar ajang lomba, tetapi dirancang sebagai motor penggerak reformasi birokrasi yang lebih adaptif dan responsif di NTT. Melalui kompetisi ini, pemerintah provinsi menargetkan peningkatan kualitas layanan publik sekaligus memperkuat iklim investasi.

“Lomba ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih sehat, meningkatkan tingkat kematangan inovasi, dan mendorong pelayanan publik yang lebih berkualitas,” ujar Djoese.

Ia menambahkan bahwa kompetisi ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran antardaerah dan sarana memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan berdampak bagi masyarakat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.