NTT Jadi Lokasi Strategis Latihan Cassowary Exercise 2025, Gubernur Laka Lena Dukung Kerja Sama Pemetaan Laut

oleh -652 Dilihat
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, Menerima Kunjungan Kehormatan dari Jajaran TNI AL dan Royal Australian Navy di Tengah Pelaksanaan Cassowary Exercise 2025. (Foto Biro Adpim Setda NTT

Suarantt.id, Kupang-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima kunjungan kehormatan dari Komandan Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Danpushidrosal) Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut VII (Dankodaeral VII) Laksamana Muda TNI Joni Sudianto, serta Commander Robyn Philips dari Royal Australian Navy (RAN), di Ruang Kerja Gubernur NTT pada Rabu (12/11/2025).

Kunjungan ini berlangsung di tengah pelaksanaan Cassowary Exercise 2025, latihan bersama antara TNI Angkatan Laut dan Royal Australian Navy yang digelar di perairan Nusa Tenggara Timur, termasuk Kupang. Latihan tersebut dimulai sejak 10 November dan akan berakhir pada 14 November 2025.

Cassowary Exercise merupakan bentuk kerja sama bilateral Indonesia–Australia di bidang pertahanan maritim yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan interoperabilitas kedua angkatan laut dalam menjaga keamanan laut, keselamatan pelayaran, serta stabilitas kawasan perbatasan selatan Indonesia.

Kegiatan utama dalam latihan ini meliputi latihan survei hidrografi, patroli maritim, komunikasi antar kapal, manuver taktis, serta latihan penyelamatan di laut. NTT menjadi salah satu lokasi strategis pelaksanaan latihan tersebut karena memiliki posisi geografis yang berhadapan langsung dengan perairan Australia dan wilayah Samudra Hindia.

Dukungan Gubernur terhadap Kerja Sama Pemetaan Laut

Dalam pertemuan kehormatan tersebut, turut dibahas rencana kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi NTT, Pushidrosal, dan Royal Australian Navy dalam melakukan survei hidrografi serta pemetaan laut NTT dengan standar internasional.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan apresiasi atas kerja sama ini dan menegaskan pentingnya peta laut yang akurat dalam mendukung pembangunan daerah berbasis kelautan.

“Kami menyambut baik rencana kerja sama ini, mengingat potensi kelautan NTT yang penting untuk dimanfaatkan secara maksimal, tetapi sekaligus dijaga dan dirawat. Peta yang pasti — yang membedakan area tangkap ikan, konservasi, wisata, dan lainnya — akan sangat berarti bagi masa depan laut NTT,” ujar Gubernur Laka Lena.

Menurut Gubernur, kerja sama pemetaan ini akan membantu pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi ekonomi biru, mendukung keselamatan navigasi, serta memperkuat mitigasi bencana laut di wilayah kepulauan NTT.

BACA JUGA:  Kuasa Hukum Gusti Piston Laporkan Fransisco Bessi ke Polda NTT Usai Pernyataan Pledoi di Tipikor Kupang

Komitmen TNI AL dan Royal Australian Navy

Sementara itu, Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Dr. Budi Purwanto menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen TNI AL untuk mendukung pembangunan nasional di bidang maritim.

“Pushidrosal berkomitmen mendukung pemerintah daerah melalui penyediaan data dan peta laut yang sesuai standar internasional. Peta laut tidak hanya memuat informasi, tetapi juga memiliki muatan hukum yang penting untuk keselamatan navigasi dan pengembangan ekonomi maritim,” tegasnya.

Ia menambahkan, NTT memiliki posisi strategis di selatan Indonesia, sehingga menjadi wilayah penting dalam penguatan kerja sama internasional, termasuk dengan Royal Australian Navy.

Pertemuan ini menegaskan semangat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT, TNI Angkatan Laut, dan Royal Australian Navy dalam memperkuat keamanan maritim, memperluas kerja sama survei kelautan, serta mendukung pembangunan ekonomi biru di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.